Gaikindo Dorong Insentif dan Restrukturisasi Pajak Industri Otomotif
📅 Kamis, 21 Agu 2025, 17:23 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Pamela Sakina
Jakarta, 21/8 (ANTARA) - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendorong pemerintah agar memberikan insentif dan melakukan restrukturisasi pajak untuk memperkuat industri otomotif nasional.
Sekretaris Gaikindo Kukuh Kumara menilai perlambatan penjualan kendaraan hingga Juli 2025 harus dijawab dengan strategi berlapis, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
"Kami melihatnya ada dua tahapan yang harus dilakukan untuk memperkuat, sebagai penyemangat di industri otomotif, yaitu insentif dan restrukturisasi pajak," kata Kukuh ketika dihubungi Antara dari Jakarta, Kamis (21/8).
Kukuh menyampaikan bahwa sepanjang Januari hingga Juli 2025, total penjualan mobil wholesales sebanyak 435.390 unit.
Meski demikian, Gaikindo menyatakan tetap optimistis pada target penjualan sebanyak 900 ribu unit pada 2025 dapat tercapai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyebut, penjualan pada bulan Juli menunjukkan perbaikan dibanding Juni, serta momentum pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang memberi dampak positif.
Menurut dia, solusi jangka pendek yang bisa dilakukan adalah pemberian insentif pemerintah untuk mendorong daya beli masyarakat.
Ia mencontohkan Malaysia yang tetap memberikan insentif otomotif setelah pandemi, sehingga penjualannya menembus 816.747 unit pada 2024 dan mampu menyalip Thailand sebagai pasar otomotif terbesar kedua di Asean.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Itu yang harus dijaga. Indonesia masih nomor satu, tapi jangan dianggap remeh. Kita harus menyikapi dengan langkah yang pas agar industri tetap lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, untuk jangka panjang, Gaikindo mendorong restrukturisasi pajak kendaraan bermotor yang dinilai terlalu tinggi.
Kukuh mengatakan, terlalu banyak pungutan yang membuat harga mobil baru sulit bersaing dengan mobil bekas.
Padahal, dari sekitar 3 juta unit transaksi kendaraan setiap tahun, dua juta di antaranya berasal dari mobil bekas yang minim kontribusi terhadap industri.
“Kalau sebagian pasar mobil bekas bisa dialihkan ke mobil baru, pasar mobil baru bisa tumbuh menjadi 2 hingga 3 juta unit per tahun. Dampaknya industri komponen, investasi, dan lapangan kerja akan berkembang pesat,” jelasnya.
Lebih lanjut Kukuh menekankan pentingnya konsistensi kebijakan otomotif nasional hingga 20 atau 30 tahun ke depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!