Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Digitalisasi Pasar Dorong Transaksi Nontunai, Gubernur Pramono Anung Umumkan Pemenang Lomba 2025

📅 Kamis, 21 Agu 2025, 17:30 WIB | Oleh:
Digitalisasi Pasar Dorong Transaksi Nontunai, Gubernur Pramono Anung Umumkan Pemenang Lomba 2025 Doc: Istimewa
Ket. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengumumkan pemenang lomba digitalisasi pasar

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengumumkan pemenang Lomba Digitalisasi Pasar 2025 di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis (21/8). Ajang ini merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Perumda Pasar Jaya dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis digital di pasar tradisional ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa digitalisasi pasar memiliki manfaat besar bagi pedagang maupun pembeli. Menurutnya, penerapan transaksi nontunai di pasar tidak hanya membuat jual beli lebih praktis, tetapi juga dapat meminimalisir pungutan liar, mengurangi aksi premanisme, hingga menekan tindak kejahatan seperti pencopetan.

"Saya secara khusus berterima kasih kepada Bank Indonesia, OJK, dan Pasar Jaya. Digitalisasi dapat mempermudah pedagang dan pembeli, serta mengurangi praktik pungli, hingga menekan aksi premanisme dan pencopetan di pasar. Lebih penting lagi, pajak daerah akan meningkat secara otomatis tanpa perlu menaikkan tarif atau pungutan baru," ujar Pramono.

Lebih lanjut, Gubernur Pramono menegaskan bahwa Lomba Digitalisasi Pasar 2025 menjadi bukti nyata bahwa teknologi mampu menghadirkan efisiensi. Melalui penerapan QRIS dan layanan perbankan digital lainnya, transaksi di pasar semakin transparan dan aman. Hal ini juga mendukung target pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan di masyarakat.

"Lomba digitalisasi yang dilakukan di 20 pasar ini hasilnya signifikan. Terbukti dari hasil penjurian, penggunaan QRIS di 20 pasar tersebut naik hingga 47% hanya dalam waktu 20 hari masa perlombaan. Artinya, Jakarta kini menjadi barometer penggunaan QRIS maupun EDC di tingkat nasional," imbuhnya.

Pernyataan Pramono sejalan dengan data yang disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta dalam acara Pekan QRIS Nasional Wilayah DKI Jakarta pada 12 Agustus 2025. Disebutkan bahwa Jakarta menyumbang sekitar 45 persen dari total transaksi QRIS nasional, menjadikannya motor utama pertumbuhan transaksi digital di Indonesia.

Lomba Digitalisasi Pasar 2025 berlangsung selama 20 hari, mulai 22 Juli hingga 10 Agustus 2025, dengan melibatkan 20 pasar binaan Pasar Jaya. Kompetisi ini dijadikan proyek percontohan untuk menilai sejauh mana kesiapan pedagang dalam mengadopsi sistem pembayaran digital. Penjurian dilakukan dalam dua tahap, yakni Periode I pada 22-25 Juli 2025 dan Periode II pada 6-10 Agustus 2025.

Penilaian lomba terbagi dalam dua aspek utama, yaitu Aspek Pasar yang dinilai oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta Aspek Digitalisasi Perbankan yang dilakukan oleh OJK dan BI berdasarkan laporan bank peserta. Dua puluh pasar yang mengikuti ajang ini akan dijadikan model penerapan digitalisasi untuk pasar-pasar lain yang dikelola Perumda Pasar Jaya.

Adapun pemenang Lomba Digitalisasi Pasar 2025 adalah sebagai berikut:

Aspek Pasar:

  • Pasar Digital Terbaik Tipe A: Pasar Mayestik (Mitra Bank Jakarta).
  • Pasar Digital Terbaik Tipe B: Pasar Koja Baru (Mitra Bank Jakarta).
  • Pasar Digital Terbaik Tipe C: Pasar Lenteng Agung (Mitra Bank BRI).

Aspek Perbankan:

  • Kategori Program Literasi Terbaik & Teraktif: Juara 1 Bank Mandiri, Juara 2 Bank Jakarta.
  • Kategori Akses Keuangan Termasif: Juara 1 Bank Mandiri, Juara 2 Bank BRI.
  • Kategori Digitalisasi Keuangan Terbaik: Juara 1 Bank BNI, Juara 2 Bank BCA.

Gubernur Pramono optimistis digitalisasi pasar akan menjadi lompatan besar bagi transformasi ekonomi Jakarta. Dengan seluruh pasar terdigitalisasi, ia yakin manfaat yang dihasilkan tidak hanya meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga memberikan keuntungan nyata bagi pedagang dan konsumen.

"Saya yakin jika seluruh pasar terdigitalisasi, hasilnya akan sangat menguntungkan. Bukan hanya untuk pemerintah, tetapi juga bagi pedagang dan konsumen," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.