Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jaga Ekosistem Laut, Warga Kepulauan Seribu Ikuti Sertifikasi Selam

📅 Rabu, 20 Agu 2025, 13:13 WIB | Oleh:
Jaga Ekosistem Laut, Warga Kepulauan Seribu Ikuti Sertifikasi Selam Doc: antara foto
Ket. Pelatihan selam bagi warga Kepulauan Seribu.

JAKARTA - Belasan warga Kepulauan Seribu mengikuti pelatihan atau sertifikasi selam level A2 (Advance) yang digelar oleh Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Panggang Wisata Bahari sebagai upaya menjaga ekosistem laut di kawasan tersebut.

“Di wilayah kita banyak spot (titik) wisata air, mulai dari snorkeling hingga menyelam atau diving, karena itu sertifikasi sangat penting," kata Wakil Camat Kepulauan Seribu Utara Yulihardi di Jakarta, Rabu (20/8).

Menurut dia, meskipun masyarakat berhadapan dengan laut setiap hari, tetap diperlukan teknik, aturan keselamatan, dan bahasa isyarat di bawah air yang harus mereka pahami.

Ia mengatakan sertifikasi selam berjenjang, mulai dari open water, advanced, hingga level rescue dapat membuat masyarakat lebih kompeten dan berdaya saing.

"Diharapkan pelatihan ini akan terus berlanjut dan ada pelatihan-pelatihan lainnya untuk menunjang pariwisata di Kepulauan Seribu," ujar Yulihardi.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Ahmad Haerudin menuturkan pelatihan itu diikuti 15 perwakilan masyarakat dari hampir seluruh kelurahan di Kepulauan Seribu, mulai dari Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Tidung, Pulau Pramuka, hingga Pulau Kelapa.

Terhitung sejak 2017 hingga 2024, sebanyak 123 sertifikasi selam telah diberikan kepada masyarakat.

"Alhamdulillah, manfaatnya terasa karena hampir 80 persen peserta kini bekerja, baik sebagai tenaga kerja pariwisata maupun penyelam profesional,” tutur Ahmad.

Dia menambahkan pelatihan sertifikasi selam itu tidak hanya memperkuat ekosistem pariwisata bahari, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi warga Kepulauan Seribu.

"Selain menjadi instruktur atau pemandu wisata selam, sejumlah alumni bahkan kini berkarier di bidang pemadam kebakaran dan tim penyelamatan air," ungkap Ahmad.

Salah satu warga Pulau Panggang Dedi Junaedi (40) mengaku kini bisa mendapatkan penghasilan Rp500.000 hingga Rp800.000 per hari dengan menjadi pemandu selam.

Dia menilai sertifikasi tersebut membuka pintu rezeki sekaligus menjaga laut. "Karena kalau sudah bisa menyelam, rasa memiliki terhadap laut semakin kuat,” tegas Dedi.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bagi masyarakat Kepulauan Seribu, pelatihan selam merupakan investasi jangka panjang. Selain menambah keterampilan, juga memperkuat identitas mereka sebagai tuan rumah wisata bahari.

“Dengan lisensi yang sah, kemampuan mereka diakui di manapun, bahkan bisa membuka peluang kerja lebih luas. Saya sendiri sudah merasakan manfaatnya, pernah dipercaya masuk tim rescue air karena punya lisensi selam,” terang Dedi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Tidak Simpel, Liga Putri In...
Luar Negeri
Dubes AS untuk Yunani Mundu...

Mentan Jepang Mengundurkan Diri

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Mentan Jepang Mengundurkan ...
Luar Negeri
Kapal Induk Tiongkok akan G...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.