Swiatek Berpeluang Kembali ke Peringkat Satu Dunia
📅 Selasa, 19 Agu 2025, 02:34 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
CINCINNATI – Iga Swiatek hanya tinggal satu kemenangan lagi untuk membuka jalan kembali ke peringkat satu dunia. Petenis asal Polandia itu tampil impresif saat menyingkirkan Elena Rybakina 7-5, 6-3 dalam semifinal Cincinnati Open, Senin (18/8) dini hari WIB. Dia menyegel tiket final menghadapi Jasmine Paolini.
Kemenangan tersebut menandai final pertama Swiatek di turnamen level 1000 ini, setelah dua edisi sebelumnya selalu kandas di semifinal. Tekanan besar tak menghalanginya, justru menjadi modal untuk membuktikan bahwa dirinya siap kembali merebut mahkota peringkat satu WTA dari Aryna Sabalenka.
“Itu pertandingan luar biasa dan intens. Saya fokus menunggu saat Rybakina mulai membuat kesalahan. Saya merasa permainan sudah tajam dan tidak akan mengubah apa pun saat ini,” ujar Swiatek.
Rybakina, yang sebelumnya menyingkirkan juara bertahan sekaligus peringkat satu dunia Sabalenka, memberikan perlawanan ketat khususnya di set awal. Swiatek tertinggal 3-5 namun bangkit merebut empat gim beruntun untuk mengunci set pertama. Di set kedua, Swiatek langsung tancap gas memimpin 4-1, meski sempat menghadapi drama tiga break point dan dua match point yang diselamatkan Rybakina, sebelum akhirnya menyelesaikan pertandingan dengan tenang.
Dengan kemenangan ini, Swiatek kini akan tampil di final level 1000 ke-13 sepanjang karirnya. Jika mampu mengangkat trofi Cincinnati Open, peluangnya untuk kembali ke posisi nomor satu menjelang US Open kian terbuka lebar. Apalagi performanya kembali stabil setelah menjuarai Wimbledon secara dominan bulan lalu, termasuk final sensasional 6-0, 6-0 atas Amanda Anisimova.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di final Cincinnati, Swiatek akan menghadapi Jasmine Paolini, petenis Italia yang melaju mengejutkan setelah menundukkan Coco Gauff di perempat final. Gauff juga menyingkirkan Veronika Kudermetova 6-3, 6-7 (2), 6-3. Meski secara rekor head-to-head Swiatek unggul telak 5-0, dia enggan meremehkan lawannya.
“Setiap pemain yang mencapai final pasti sedang dalam performa bagus. Saya harus tetap fokus. Saya tahu Paolini punya keberanian dan dia telah mengalahkan pemain top pekan ini,” ucap Swiatek. Dari sisi Paolini, final kali ini merupakan kesempatan langka untuk meraih gelar besar keempat dalam karirnya. Namun Swiatek jelas jauh lebih difavoritkan, bukan hanya karena dominasi permainan, tetapi juga ambisinya untuk merebut kembali takhta dunia yang direbut Sabalenka musim lalu.
Gelar juara di Cincinnati bisa menjadi momentum krusial menuju US Open yang dimulai tanggal 24 Agustus mendatang. Saat ini Swiatek berada di peringkat tiga, namun perolehan poinnya sangat dekat dengan Sabalenka dan Coco Gauff yang berada di posisi dua. Final ini bisa menjadi pintu pembuka untuk kembali ke puncak.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Target saya sederhana: terus bermain agresif dan fokus pada diri sendiri. Jika hasilnya membawa saya kembali ke nomor satu, itu akan menjadi bonus yang sangat berarti,” tandas Swiatek.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!