Sutejo, Doktor Sastra yang Turun ke Ladang Demi Ketahanan Pangan Bangsa
📅 Selasa, 19 Agu 2025, 08:00 WIB | Oleh: Tim PenulisKita bisa mengambil peran, seperti yang dilakukan oleh Sutejo, dengan memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami umbi-umbian, dan hasilnya untuk dikonsumsi. Pola ini juga menjadi salah satu strategi bersama untuk mengurangi ketergantungan pada konsumsi beras.
Kalau ada orang atau sekelompok orang merasa belum kenyang, sebelum mengonsumsi nasi, hal itu hanyalah soal kebiasaan. Ketika terus menerus dibiasakan, memakan uwi, singkong, atau gembili, pada akhirnya akan terasa kenyang juga.
Bukan hanya berdampak pada ketahanan pangan, membiasakan konsumsi selain beras, beralih ke umbi-umbian juga berdampak pada kesehatan tubuh.
Sutejo dan keluarga juga sudah merasakan manfaat kesehatan mengonsumsi umbi-umbian sebagai pengganti beras, seperti masalah lambung menjadi lebih baik atau kadar gula dalam darah juga menjadi menurun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena itu, jangan biarkan lahan kosong menganggur. Ambil cangkul, seraya diniatkan berolahraga, olah tanah pekarangan, kumpulkan daun-daun untuk menjadi kompos, tanami umbi-umbian, dan hasil panennya untuk dimakan bersama keluarga.
Dengan praktik menanam kembali potensi kekayaan pangan lokal ini, maka Indonesia akan mampu memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri, kita berdaulat di bidang pangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!