Korsel Ingin Pulihkan Kepercayaan dengan Korut
📅 Selasa, 19 Agu 2025, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/ANTHONY WALLACE
SEOUL - Kementerian Unifikasi Korea Selatan (Korsel) menyatakan bahwa pihaknya fokus untuk memulihkan kepercayaan antara dua Korea dengan mencabut Doktrin Unifikasi 15 Agustus yang diumumkan oleh mantan pemerintahan Presiden Yoon Suk-yeol.
Juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel, Koo Byoung-sam, menjelaskan bahwa langkah ini diambil setelah Presiden Lee Jae-myung mengusulkan tiga hal terhadap Korea Utara (Korut) yaitu menghormati rezim yang berkuasa di Pyongyang, tidak mengejar unifikasi dimana satu pihak menerima pihak lain secara penuh, serta tidak mengejar sikap bermusuhan.
“Tiga prinsip tersebut menegaskan fondasi kebijakan terhadap Korut untuk mewujudkan perdamaian,” ucap Koo.
Koo menjelaskan bahwa pemerintah akan secara konsisten mengambil langkah-langkah nyata demi meredakan ketegangan di Semenanjung Korea dan memulihkan kepercayaan antar-Korea di masa depan.
Sebelumnya Presiden Lee telah menginstruksikan kementerian terkait untuk mempersiapkan secara bertahap pelaksanaan kesepakatan antar-Korea.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam sidang kabinet Senin (18/8), Presiden Lee mengatakan bahwa tugas pertama negara adalah melindungi jiwa dan keamanan masyarakat. Presiden Lee pun menekankan di satu sisi bahwa petugas militer harus bersiap siaga, namun disisi lain ketegangan harus diredakan.
Presiden Lee pun menginstruksikan bagian-bagian yang telah disepakati oleh dua negara untuk dilaksanakan supaya mewujudkan kondisi perdamaian tanpa perlu bertempur dan memulihkan kepercayaan antara dua Korea.
Pernyataan tersebut ditafsirkan berhubungan dengan upaya pemulihan Perjanjian Militer 19 September yang telah diumumkan di upacara peringatan Hari Kemerdekaan pada 15 Agustus lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Atas perkembangan terbaru dari Seoul itu, pihak Korut belum memberikan reaksi apapun terkait isi pidato Presiden Lee di Hari Kemerdekaan Korea yang mengandung pesan perdamaian.
Latihan Tahunan
Pada Senin, Presiden Lee juga mengatakan bahwa latihan pertahanan sipil Ulchi yang diadakan setiap tahun bersifat murni defensif dan tidak dimaksudkan untuk memprovokasi Korut atau meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat memimpin sidang pleno Dewan Keamanan Nasional Ulchi.
Presiden Lee menekankan bahwa latihan tersebut dirancang untuk melindungi warga dan memastikan keamanan nasional dalam kasus perang.
“Presiden Lee mengatakan latihan tersebut harus berfungsi sebagai latihan praktis untuk melindungi masyarakat, sambil menegaskan bahwa tujuan akhirnya adalah mencapai perdamaian di semenanjung,” ucap juru bicara kepresidenan, Kang Yu-jung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!