Wisata Baru! Pulau Miang Tawarkan Sensasi Berenang dengan Hiu Paus
📅 Senin, 18 Agu 2025, 20:50 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-Pokdarwis Pulau Miang
SAMARINDA - Pulau Miang di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, menawarkan sensasi wisata bahari baru. Wisatawan kini bisa menyaksikan bahkan berenang bersama hiu paus (Rhincodon Typus) yang muncul di perairan setempat. Kehadiran satwa laut ramah manusia itu diproyeksikan menjadi daya tarik wisata konservasi berkelanjutan di Kaltim.
"Adanya habitat hewan mamalia laut itu jadi magnet baru penarik wisatawan untuk ke Pulau Miang," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nusabale Pulau Miang Viqri Haikal saat dihubungi di Samarinda, Senin.
Menurut Viqri, kemunculan spesies yang dikenal ramah terhadap manusia tersebut membuka peluang besar bagi daya tarik pariwisata berbasis konservasi di daerahnya.
Ia menjelaskan saat ini pihaknya bersama anggota Pokdarwis lain sedang melakukan riset dan pemetaan untuk memahami pola kemunculan hiu paus.
Observasi yang dilakukan itu mencakup penentuan lokasi spesifik serta waktu terbaik bagi wisatawan untuk dapat menyaksikan dan berenang bersama mamalia laut tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejauh ini, pemantauan awal telah mengidentifikasi keberadaan sekitar empat ekor hiu paus yang beraktivitas di perairan Pulau Miang.
Viqri menambahkan, kondisi cuaca dan pasang surut air laut menjadi variabel utama yang memengaruhi kemunculan hiu paus di titik-titik penyelaman. Karena itu diperlukan kajian lebih lanjut agar jadwal kunjungan wisatawan dapat diatur dengan lebih pasti dan aman.
Berkaca pada destinasi serupa yang lebih dulu maju, seperti di Gorontalo, Pokdarwis Nusabale Pulau Miang bertekad untuk merancang pengelolaan wisata ini secara profesional dan berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk itu, katanya, langkah selanjutnya adalah menyusun rancangan konsep wisata terbaik dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan para ahli di bidang kelautan.
"Kami akan berkonsultasi kepada instansi terkait dahulu biar destinasi ini dapat menjadi penarik wisatawan secara terus-menerus dan berkelanjutan," ujar Viqri.
Konsultasi tersebut bertujuan untuk mendapatkan masukan mengenai standar operasional prosedur (SOP) yang aman bagi wisatawan, pedoman interaksi yang tidak mengganggu satwa, serta strategi promosi yang efektif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!