Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Singapura Kian Ketat! Pelancong Berisiko Tinggi Bakal Ditolak Masuk, Aturan Baru Berlaku Mulai 2026

📅 Senin, 18 Agu 2025, 14:05 WIB | Oleh:
Singapura Kian Ketat! Pelancong Berisiko Tinggi Bakal Ditolak Masuk, Aturan Baru Berlaku Mulai 2026 Doc: Freepik
Ket. Singapura mulai memperketat aturan untuk pelancong

JAKARTA - Singapura semakin memperketat aturan perbatasannya. Mulai 2026, pelancong yang dianggap berisiko tinggi, baik dari sisi kesehatan, keamanan, maupun imigrasi akan langsung ditolak masuk. 

Langkah ini diambil setelah Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA) meluncurkan kebijakan baru yang disebut No-Boarding Directive (NBD).

Dengan kebijakan ini, operator transportasi seperti maskapai penerbangan maupun perusahaan pelayaran wajib menolak penumpang yang masuk daftar hitam ICA sebelum mereka sempat menginjakkan kaki di Singapura. 

Bila operator bandel dan tetap mengizinkan penumpang berisiko naik, mereka bisa dikenakan denda hingga 10 ribu dolar Singapura.

Menurut laporan Straits Times, aturan NBD akan mulai diterapkan di bandara internasional pada 2026 dan di pelabuhan laut pada 2028. 

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya besar Singapura dalam memperkuat keamanan perbatasannya di tengah lonjakan jumlah wisatawan yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Langkah tegas ini diambil setelah Undang-Undang Imigrasi (Amandemen) resmi berlaku pada (31/12/2024). Sejak itu, ICA memperluas kemampuan dalam profiling, deteksi dini, dan pemantauan canggih untuk mengenali siapa saja yang berpotensi menimbulkan ancaman. 

Hasilnya? Pada paruh pertama 2025 saja, jumlah orang asing yang ditolak masuk meningkat 43% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Mereka yang masuk kategori “berisiko tinggi” bukan hanya pelancong yang bermasalah secara imigrasi, tetapi juga termasuk orang-orang yang pernah dihukum atas tindak kriminal tertentu atau memiliki riwayat larangan masuk sebelumnya.

Menteri Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam, menegaskan bahwa aturan ketat ini bukan tanpa alasan. Dalam peresmian Pusat Layanan ICA (ISC) di Crawford Street pada (31/7), ia menjelaskan bahwa jumlah lalu lintas lintas batas meningkat drastis.

Pada 2024 saja, tercatat 230 juta orang melewati pos pemeriksaan Singapura, naik tajam dari 197 juta orang pada 2015.

Dengan proyeksi peningkatan wisatawan seiring beroperasinya Jaringan Sistem Transit Cepat Johor Bahru–Singapura (Desember 2026), Terminal 5 Bandara Changi (pertengahan 2030-an), serta perluasan besar-besaran Woodlands Checkpoint dalam 10–15 tahun ke depan, ICA dituntut lebih sigap menghadapi kompleksitas keamanan.

Namun, Shanmugam mengakui keterbatasan jumlah personel ICA. Karena itu, Singapura memilih mengandalkan teknologi canggih untuk mendukung pemeriksaan, mengawasi arus masuk, dan menindak ancaman sejak dini.

Dengan kebijakan ini, Singapura mengirim pesan jelas: hanya pelancong yang benar-benar bersih dan aman yang boleh masuk ke Negeri Singa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Tradisi pembuatan nasi jangkrik di Kudus

13 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan nasi jang...

Tambahan stok beras di Sumut

18 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Tambahan stok beras di Sumut

Ruang publik Alun-alun Kabupaten Bogor

23 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Ruang publik Alun-alun Kabu...
Ekonomi
Piala Dunia 2026 Dongkrak O...

Lima Kandidat Utama Juara Tunggal Putri Wimbledon 2026

38 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Lima Kandidat Utama Juara T...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.