Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bupati Lamongan: Pembangunan JLU Adalah Kunci Lahirkan Pusat Ekonomi Baru

📅 Minggu, 17 Agu 2025, 22:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bupati Lamongan: Pembangunan JLU Adalah Kunci Lahirkan Pusat Ekonomi Baru Doc: Antara
Ket. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (tengah) bersama jajaran Forkopimda dan pejabat terkait memotong pita saat peresmian Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan, Minggu (17/8).

Lamongan, Jawa Timur - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi optimistis Jalan Lingkar Utara (JLU) akan memperlancar distribusi barang dan jasa sekaligus menjadi pemicu tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di wilayah setempat.

"Jalan ini tidak hanya untuk mengurangi kemacetan, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya pusat ekonomi baru di Lamongan,” ujarnya saat membuka secara resmi JLU usai upacara HUT ke-80 Republik Indonesia di Lamongan, Jawa Timur, Minggu (17/8).

Ia menjelaskan, keberadaan JLU sepanjang 7,15 kilometer akan memudahkan arus logistik, memperluas distribusi hasil pertanian, dan menumbuhkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sepanjang jalur.

“Di sini nanti akan dibangun Pasar Ikan Lamongan yang saat ini memasuki progres pengurukan. Adapun investor-investor yang mulai bermunculan untuk mengembangkan usaha di kawasan ini, seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan lainnya,” jelasnya.

Bupati Yuhronur menambahkan pemkab setempat akan berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi bersama pihak terkait guna memastikan fungsi dan keselamatan jalan bisa terpenuhi secara optimal.

"Masa evaluasi berlangsung selama tahap pemeliharaan, yakni hingga September 2025," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah IV Jawa Timur, Bagus Artamana, menyampaikan bahwa audit keselamatan jalan telah dilakukan pada 11-12 Agustus 2025 oleh Direktorat Jenderal Bina Marga.

"Hasil audit menemukan 19 poin yang perlu ditindaklanjuti, termasuk penempatan rambu lalu lintas, penataan pedagang kaki lima, dan pengaturan siklus lampu lalu lintas," katanya.

Dia menambahkan selama masa uji coba akan dipasang tiga traffic light di titik awal, tengah, dan akhir jalan. Sementara untuk dua titik lain belum dipasang karena volume kendaraan masih di bawah 500 per jam, sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Arus lalu lintas saat ini relatif kecil, didominasi kendaraan roda dua dan pengguna lokal antar desa. Jika volume meningkat, traffic light tambahan akan segera dipasang,” kata Bagus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Potongan 8% kaga ada bedanya, malah makin parah ...
    Pak presiden yg terhormat tolong cek ricek hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Rona
The Brink of War: Teror Psi...
Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.