Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Daewoong Paparkan Obat GERD Baru dari Golongan P-CAB yang Efektif Redakan Sakit

📅 Sabtu, 16 Agu 2025, 14:42 WIB | Oleh:
Daewoong Paparkan Obat GERD Baru dari Golongan P-CAB yang Efektif Redakan Sakit Doc: Daewoong
Ket. Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH (Ketua PB PGI dan Peneliti Utama Studi Fexuprazan IIT), memaparkan efek Fexuprazan terhadap kadar asam lambung pada acara Daewoong Media Education Day yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Kamis (14/8).

JAKARTA – Studi global yang dipublikasikan oleh Scarpignato dkk, dalam Annals of the New York Academy of Sciences (2020), menyebutkan sekitar 1 dari 4 orang di seluruh dunia menderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD, dengan prevalensi yang terus meningkat di semua wilayah.

Sementara itu, GERD Management Consensus 2022 yang diterbitkan oleh Perhimpunan Gastroenterologi Indonesia memperkirakan GERD memengaruhi 9,35% populasi umum di Indonesia, berdasarkan data terverifikasi dari kuesioner klinis GERD-Q. Hal ini menegaskan beban kesehatan masyarakat yang signifikan dari penyakit ini di tingkat nasional.

Daewoong menyelenggarakan Media Education Day di Jakarta pada hari di Jakarta Kamis (14/8). Pada acara ini perusahaan mengumumkan keberhasilan Investigator-Initiated Trial (IIT) dalam pengobatan GERD yang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH di Indonesia.

Pada acara tersebut dipaparkan tiga obat golongan Potassium-Competitive Acid Blocker (P-CAB): Fexuprazan, Vonoprazan, dan Tegoprazan yang menjadi terobosan dalam pengobatan GERD. Obat ini menawarkan efek kerja lebih cepat dan durasi lebih lama dibanding terapi sebelumnya.

Di Indonesia Daewoong melakukan uji klinis Fexuprazan yang diharapkan menjadi tonggak penting dalam menghasilkan data klinis spesifik untuk populasi  sekaligus membuka peluang besar adopsi obat ini untuk terapi generasi baru dari kelas P-CAB.

Selama ini meskipun penggunaan proton pump inhibitor (PPI) telah meluas, banyak pasien yang tidak mencapai hasil terapi optimal. Studi IIT Fexuprazan ini dimulai untuk menjawab kebutuhan klinis yang belum terpenuhi tersebut.

 “Studi kami menunjukkan bahwa Fexuprazan tidak hanya setara secara terapeutik dengan terapi PPI, tetapi juga memberikan pereda gejala lebih cepat, kontrol mual yang lebih baik, dan peningkatan kualitas hidup sejak minggu pertama. Data klinis juga menegaskan profil keamanannya yang baik, tanpa efek samping serius, serta tingkat kepatuhan pasien yang tinggi berkat dosis sekali sehari yang fleksibel dan tidak bergantung pada waktu makan,” ujar Prof. Ari dalam pada kesempatan tersebut.

Penelitian ini melibatkan 134 pasien dewasa di tiga rumah sakit besar di Jakarta yakni RSUI, RSI Cempaka Putih, dan RS Menteng Mitra Afia, yang membandingkan Fexuprazan 40 mg dengan Esomeprazole 40 mg.

Hasilnya menunjukkan pasien yang menerima Fexuprazan mencapai kondisi bebas gejala heartburn dan regurgitasi rata-rata dalam 15 hari, lebih cepat signifikan dibandingkan 20 hari pada kelompok Esomeprazole. Selain itu, kepatuhan pasien sangat tinggi berkat kemudahan dosis sekali sehari tanpa batasan waktu konsumsi.

Sebagai molekul P-CAB, Fexuprazan menawarkan solusi yang lebih cepat dan praktis bagi pasien GERD, khususnya mereka yang responsnya kurang optimal terhadap terapi berbasis PPI.

 “Studi ini juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat kapasitas riset klinis nasional di Indonesia,” tambah dr. Stella Melisa, Chief Medical Officer Daewoong Pharmaceutical Indonesia.

“Bekerja sama dengan peneliti dalam negeri memungkinkan kami menghasilkan efikasi obat yang relevan dengan populasi Indonesia, sekaligus mendukung pengambilan keputusan terapi berbasis data di masa depan,” tambahnya.

Fexuprazan di Panggung Global

Dikembangkan di Korea Selatan, Fexuprazan telah mendapatkan persetujuan klinis di berbagai pasar termasuk Korea Selatan, India, Meksiko, Chili, Ekuador, Panama, dan Filipina. Obat ini telah masuk ke 30 negara melalui peluncuran produk di 6 negara, persetujuan pemasaran di 2 negara tambahan, pengajuan New Drug Application (NDA) di 16 negara, dan kemitraan ekspor di 6 negara, dengan indikasi utama untuk gangguan gastrointestinal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Nasional
86 Persen BTS Terdampak Gem...
Nasional
Kabar Baik Jelang HUT RI! J...
Luar Negeri
Iran Klaim Siapkan Rp476 Ju...
Daerah
Gempa M 5,0 Guncang Manggar...
Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.