UPH Ajak Mahasiswa Baru Mampu Memberi Dampak
📅 Jumat, 15 Agu 2025, 23:05 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
JAKARTA – Universitas Pelita Harapan (UPH) resmi menyambut lebih dari 6.500 mahasiswa baru dari seluruh Indonesia dan mancanegara melalui UPH Festival 2025. Kegiatan ini berlangsung pada 14–16 Agustus 2025 di kampus Tangerang.
Selama tiga hari, rangkaian acara ini menjadi gerbang awal bagi generasi baru UPH untuk memulai perjalanan akademik, spiritual, dan pengembangan karakter mereka. Tahun ini, sekitar 70 mahasiswa internasional dari Tiongkok, Timor Leste, Jerman, Iran, Jepang, Kenya, Nigeria, Myanmar, Pakistan, Filipina, dan Korea Selatan turut memperkaya keberagaman komunitas UPH.
UPH Festival bukan sekadar kegiatan orientasi, melainkan proses awal pembentukan pemimpin yang berdampak. Sejak hari pertama, nilai ditanamkan dan visi diimpartasi agar mahasiswa bertumbuh sebagai pribadi unggul yang membawa dampak, dengan tekad teguh melayani masyarakat dan bangsa.
Sebagai lembaga pendidikan, UPH memandang kampus sebagai tempat belajar yang holistik yaitu pengetahuan, iman, dan karakter. Ketiga elemen ini dinilai penting untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman.
Festival dibuka dengan Convocation yang dipimpin oleh Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., yang secara resmi melantik mahasiswa baru. Ia berpesan agar para mahasiswa nantinya bisa memberi dampak.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pendidikan di UPH bukan sekadar memperoleh informasi, tetapi tentang transformasi menemukan siapa diri Anda, mengapa Anda ada, dan bagaimana Anda dapat memberi dampak bagi dunia. Kami percaya setiap mahasiswa telah dipercayakan Tuhan dengan karunia, mimpi, dan panggilan untuk siap berdampak,” kata Jonathan yang disampaikan melalui siaran pers pada hari Jumat (15/8).
“UPH Festival adalah awal perjalanan yang akan membentuk masa depan Anda dan kehidupan orang-orang yang Anda layani. Selamat datang di UPH, selamat menapaki perjalanan iman, pembelajaran, dan transformasi,” imbuhnya.
Seminar Distinguished Guest Speaker, Dorong Mahasiswa Adaptif terhadap Teknologi Salah satu agenda utama UPH Festival 2025 adalah sesi Seminar Distinguished Guest Speaker (DGS) bertema “Principled Technology: Stewarding Intelligence with Integrity.” Sesi ini menghadirkan para tokoh terkemuka yang akan membagikan wawasan tentang perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) serta dampaknya di berbagai bidang, khususnya pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini DGS dibagi menjadi beberapa subtema berdasarkan bidang, yakni bidang teknologi, pendidikan, dan kesehatan. Di bidang teknologi hadir Rizaldi Sistiabudi, Ph.D. (Dekan Fakultas Artificial Intelligence UPH), Timothy Utama (Director of Operations Bank Mandiri), dan dimoderatori oleh Adrian Suherman (Group Deputy CEO Lippo Indonesia).
Timothy Utama menekankan pentingnya AI sebagai alat untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikan manusia, serta mendorong efisiensi bisnis dengan kebijaksanaan dan disiplin. Sementara Dr. Rizaldi Sistiabudi menambahkan, “Secanggih apapun teknologi, penggunaannya perlu integritas. AI dapat membantu banyak hal, tapi manusialah yang tetap menjaga arah dan tujuan.”
Kedua, pada bidang Pendidikan hadir Prof. Brian Yuliarto, S.T., M. Eng., Ph.D. (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI), Aileen H. Riady, dan Dr. Stephanie Riady, B.A., M.Ed. (President of UPH). Ketiga, di bidang Kesehatan hadir Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU (Menteri Kesehatan Republik Indonesia), Caroline Riady (CEO dan Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Group), Prof. Dr. Dr. dr. Eka Julianta Wahjoepramono, Sp.BS (K), Ph.D (Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UPH), dan David Utama (Presiden Direktur Siloam Hospitals Group). Kedua sesi ini dimoderatori oleh Dr. (H.C.) James Riady (Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan).
Pada sesi pendidikan, Mendikti Saintek RI Prof. Brian Yuliarto menyampaikan bahwa anak muda memiliki kekuatan besar untuk mengubah masa depan bangsa. Menurutnya, mahasiswa adalah kelompok elit yang memiliki peluang untuk mendorong percepatan kemajuan bangsa.
“Nikmati waktu kalian di universitas, kejarlah mimpi, dan jangan pernah menyerah. Buatlah inovasi yang bisa membuat bangsa kita bangga. Saya yakin, 15 sampai 10 tahun mendatang, kita akan melihat karya-karya besar dari anak muda Indonesia,” ucap Prof. Brian.
Pada sesi kesehatan, Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin, memberikan pandangannya mengenai pemanfaatan teknologi, khususnya AI, untuk mendorong kemajuan pelayanan kesehatan nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!