Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perundingan Polusi Plastik Dunia Gagal Tanpa Kesepakatan

📅 Jumat, 15 Agu 2025, 16:11 WIB | Oleh:

Masa depan negosiasi tersebut belum jelas.

Beberapa negara menyerukan putaran perundingan ketujuh di masa mendatang. Uni Eropa mengatakan rancangan terbaru merupakan "dasar yang baik untuk melanjutkan sesi", dan Afrika Selatan bersikeras: "Ini tidak bisa berakhir di sini."

Pembicaraan di Jenewa -- yang diadakan setelah gagalnya putaran pembicaraan kelima dan yang seharusnya terakhir di Korea Selatan akhir tahun lalu -- dibuka pada tanggal 5 Agustus.

Perebutan Terakhir

Ketua pembicaraan Luis Vayas Valdivieso menghasilkan rancangan teks pada hari Rabu berdasarkan area konvergensi yang terbatas.

Namun, rencana itu langsung dirusak oleh semua pihak, sehingga membuat perundingan menjadi kacau, kelompok yang berambisi tinggi merasa rencana itu tidak berdampak apa-apa, dan Kelompok yang Berpikiran Sama merasa rencana itu telah melewati batas merah mereka dan tidak memiliki ruang lingkup. 

Vayas menghabiskan hari Kamis dalam putaran negosiasi yang panik dengan kelompok-kelompok regional, dan menghasilkan versi baru setelah tengah malam.

Para negosiator utama kemudian mengadakan pertemuan tertutup untuk membahas apakah isi teks sudah cukup untuk melanjutkan perundingan. Namun, sesaat sebelum matahari terbit, permainan berakhir.

Dibuang, Dibakar, Dibuang

Lebih dari 400 juta ton plastik diproduksi secara global setiap tahun, setengahnya adalah barang sekali pakai.

Sementara 15 persen sampah plastik dikumpulkan untuk didaur ulang, hanya sembilan persen yang benar-benar didaur ulang.

Hampir setengahnya, atau 46 persen, berakhir di tempat pembuangan sampah, sementara 17 persen dibakar dan 22 persen tidak dikelola dengan baik dan menjadi sampah.

Masalah polusi plastik begitu umum sehingga mikroplastik telah ditemukan di puncak gunung tertinggi, di palung laut terdalam, dan tersebar di hampir setiap bagian tubuh manusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Olahraga
Inter Milan Datangkan Djed ...
Nasional
86 Persen BTS Terdampak Gem...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.