Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perundingan Polusi Plastik Dunia Gagal Tanpa Kesepakatan

📅 Jumat, 15 Agu 2025, 16:11 WIB | Oleh:
Perundingan Polusi Plastik Dunia Gagal Tanpa Kesepakatan Doc: Climate Home News
Ket. Para delegasi dari kepulauan Pasifik bereaksi terhadap penangguhan sidang pleno penutupan pada Kamis malam di perundingan plastik PBB di Jenewa pada 14 Agustus 2025

JENEWA - Pembicaraan yang ditujukan untuk mencapai perjanjian global penting tentang polusi plastik gagal pada Jumat (15/8) tanpa kesepakatan. Negara-negara gagal menemukan konsensus tentang bagaimana dunia harus mengatasi momok yang terus berkembang itu.

Para negosiator dari 185 negara bekerja melebihi batas waktu hari Kamis (14/8) dan sepanjang malam dalam upaya untuk menemukan titik temu antara negara-negara yang menginginkan tindakan berani seperti mengekang produksi plastik, namun  yang pada akhirnya sia-sia. Negara-negara penghasil minyak lebih memilih untuk fokus lebih sempit pada pengelolaan limbah.

Beberapa negara menyuarakan kekecewaan yang mendalam karena perundingan tersebut gagal. Tapi mereka siap untuk perundingan di masa mendatang, meskipun enam putaran perundingan selama tiga tahun terakhir gagal mencapai kesepakatan.

"Kita telah kehilangan kesempatan bersejarah, tetapi kita harus terus maju dan bertindak cepat. Planet ini, serta generasi sekarang dan mendatang, membutuhkan perjanjian ini," ujar Kuba.

Kolombia menambahkan: "Negosiasi tersebut terus-menerus diblokir oleh sejumlah kecil negara yang tidak menginginkan kesepakatan."

Tuvalu, yang berbicara mewakili 14 negara kepulauan kecil di Pasifik, mengatakan mereka sekali lagi pulang dengan tangan kosong.

"Bagi kepulauan kami, ini berarti bahwa tanpa kerja sama global dan tindakan negara, jutaan ton sampah plastik akan terus terbuang ke lautan kami, yang akan memengaruhi ekosistem, ketahanan pangan, penghidupan, dan budaya kami," kata negara kepulauan Polinesia tersebut.

Perjuangan Melawan Polusi Tak Bisa Berakhir di Sini

Koalisi Ambisi Tinggi, yang mencakup Uni Eropa, Inggris dan Kanada, serta banyak negara Afrika dan Amerika Latin, ingin melihat bahasa tentang pengurangan produksi plastik dan penghapusan bahan kimia beracun yang digunakan dalam plastik.

Sekelompok negara yang sebagian besar merupakan penghasil minyak yang menamakan diri mereka Kelompok Sepemikiran -- termasuk Arab Saudi, Kuwait, Russia, Iran, dan Malaysia -- menginginkan perjanjian tersebut memiliki kewenangan yang jauh lebih sempit.

"Pandangan kami tidak tercermin... tanpa ruang lingkup yang disepakati, proses ini tidak dapat tetap berada di jalur yang benar dan berisiko tergelincir ke lereng yang licin," kata Kuwait.

Bahrain mengatakan pihaknya menginginkan perjanjian yang "tidak menghukum negara berkembang karena mengeksploitasi sumber daya mereka sendiri".

Menteri Transisi Ekologi Prancis Agnes Pannier-Runacher mengatakan: "Saya kecewa, dan saya marah." Ia mengatakan bahwa segelintir negara, "yang dipandu oleh kepentingan keuangan jangka pendek", telah menghalangi penerapan perjanjian ambisius tersebut.

"Negara-negara penghasil minyak dan sekutunya memilih untuk tidak peduli."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Armenia Terbelah Dua Kubu A...
Nasional
DPR Dorong Distribusi Digit...
Luar Negeri
Pekerja Mogok Kerja, Layana...
Daerah
Bangka Tengah Tanam Padi Go...
Luar Negeri
Aset Beku Iran Cair, Trump ...
Nasional
Kemenbud Dorong Pelurusan S...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.