Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Beras Turun, Petani Terdampak: Efek Program SPHP Bulog

📅 Jumat, 15 Agu 2025, 14:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Beras Turun, Petani Terdampak: Efek Program SPHP Bulog Doc: Antara Foto
Ket. Penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dilakukan oleh Perum Bulog

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijalankan Perum Bulog secara masif di seluruh wilayah, membuat harga beras di pasar berangsur turun, dan diikuti penurunan harga gabah di tingkat petani.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan sejak awal Agustus Bulog telah menggelontorkan beras SPHP secara serentak di seluruh Indonesia.

"Hasilnya mulai terasa, harga kembali terkendali, pasokan aman, dan kepanikan masyarakat mereda. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan rakyat mendapat akses pangan dengan harga terjangkau," ujar Rizal dalam keterangan di Jakarta, Jumat .

Berdasarkan data terkini, stok beras yang dikelola Bulog saat ini berada pada level aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun. Di sisi hulu, harga gabah kering panen (GKP) di berbagai daerah produsen mulai menunjukkan tren penurunan.

Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat, dalam periode 1-14 Agustus 2025, harga GKP terkoreksi di sejumlah wilayah, antara lain Aceh dari Rp7.750 menjadi Rp6.900; Jambi dari Rp6.867 menjadi Rp6.720; Sumatera Selatan dari Rp6.666 menjadi Rp6.543; Jawa Tengah dari Rp6.814 menjadi Rp6.809; Yogyakarta dari Rp6.608 menjadi Rp6.547; Banten dari Rp6.527 menjadi Rp6.500; Kalimantan Selatan dari Rp6.581 menjadi Rp6.533; dan Sulawesi Barat dari Rp6.759 menjadi Rp6.730 per kilogram.

Tren penurunan ini dipicu oleh bertambahnya pasokan gabah seiring masuknya musim panen di sentra-sentra produksi padi.

Selain faktor panen, penurunan harga beras juga dipengaruhi oleh intervensi besar-besaran Bulog melalui penyaluran Bantuan Pangan. Alokasi Juni-Juli yang sudah tersalurkan sebanyak 338 ribu ton dan penyaluran beras SPHP yang dilakukan sejak Juli 2025 mencapai 29 ribu ton.

Penyaluran Beras SPHP dilakukan oleh Bulog melalui tujuh saluran strategis, yakni pengecer di pasar rakyat, koperasi desa/kelurahan Merah Putih, outlet pangan binaan pemerintah daerah dan Gerakan Pangan Murah (GPM), outlet BUMN, koperasi instansi pemerintah, Rumah Pangan Kita (RPK) BULOG, serta swalayan/toko modern.

Hal tersebut membuat terjadinya penurunan harga beras medium di tingkat konsumen di 19 provinsi, termasuk Aceh, Jawa Barat, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Di wilayah-wilayah ini, harga beras turun signifikan, meringankan beban masyarakat dan pedagang kecil.

Bulog memastikan masyarakat dapat menyongsong peringatan kemerdekaan dengan rasa tenang. Program SPHP akan terus dilanjutkan secara konsisten hingga akhir tahun agar stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga di seluruh pelosok negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.