Cuaca Benar-benar Anomali, di Saat Mayoritas Kota Besar Hujan, Warga Lombok Tengah Mulai Minta Bantuan Air karena Kekeringan
📅 Jumat, 15 Agu 2025, 10:27 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Cuaca benar-benar aneh alias anomal. Di satu sisi BMKG meramalkan hari ini mayortias kota besar hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan telah memasuki musim kemarau 2025. Saat ini warga di beberapa wilayah sudah mulai minta untuk pendistribusian air bersih.
"Permintaan sudah ada, tapi saat ini kami masih belum melakukan droping air bersih kepada masyarakat," kata Kepala BPBD Lombok Tengah Ridwan Maruf di Lombok Tengah, Jumat. BPBD akan segera menetapkan status siaga tanggap kekeringan, karena saat ini permintaan masyarakat terhadap air bersih sudah mulai ada meski belum terlalu signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Kami masih melihat dulu sejauh mana permintaan dari masyarakat untuk droping air bersih ini. Karena kalau sekarang masih sedikit yang minta tapi sampai saat ini memang belum dilakukan droping air bersih dan saat ini juga hujan kadang masih terjadi di beberapa tempat,” katanya.
Ia menyampaikan ada beberapa desa di Kecamatan Praya Timur dan Jonggat yang sudah mengajukan permintaan air bersih. Hanya saja, kata dia, belum diberikan karena masyarakat saat ini masih bisa menggunakan persediaan air yang ada, sehingga oleh BPBD masih menunggu permintaan lebih banyak.
“Makanya status siaga tanggap kekeringan ini akan ditetapkan segera, mana kala permintaan air bersih ini sangat banyak. Meski di beberapa Kabupaten lain sebenarnya sudah menetapkan status kekeringan ini tapi kalau kita masih menunggu tren permintaan droping air bersih ini,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika belajar dari tahun sebelumnya, kata dia, pada Agustus biasanya sudah ratusan permintaan, namun pada 2025 masih sedikit. Oleh karena itu, stok air bersih BPBD masih utuh. "Saat ini BPBD sudah memiliki 350 tengki stok air bersih yang siap untuk didistribusikan," katanya.
Ia mengatakan ratusan tangki air bersih ini sampai sekarang belum satupun yang disalurkan. Padahal, seharusnya sudah masuk permintaan banyak tetapi sekarang masih sedikit yang mengusulkan.
"Ini pun yang mengusulkan kalau kita lihat belum terlalu mendesak. Sebenarnya kita sekarang sudah gampang droping air bersih karena kita sudah punya tangki,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, BMKG meramalkan mayoritas kota besar Indonesia mengalami hujan pada hari Jumat (15/8) ini. Prakirawan BMKG Yohanes AK melalui siaran prakiraan cuaca di Jakarta, Jumat, memaparkan cuaca secara umum berawan untuk wilayah Banda Aceh, hujan ringan untuk wilayah Padang, Pekanbaru, dan Tanjung Pinang, serta hujan sedang untuk wilayah Medan.
Di Pulau Sumatra, secara umum diprakirakan berawan tebal untuk wilayah Palembang, hujan ringan untuk wilayah Pangkal Pinang dan Bandar Lampung, serta waspadai potensi hujan disertai petir untuk wilayah Jambi dan Bengkulu," katanya.
Ia mengatakan cuaca cerah berawan diprakirakan terjadi di wilayah Yogyakarta, berawan tebal untuk wilayah Jakarta dan Surabaya, serta hujan ringan untuk wilayah Semarang, Bandung, dan Serang.
Di Pulau Bali dan Nusa Tenggara, cuaca diprakirakan cerah berawan untuk wilayah Mataram, berawan untuk wilayah Denpasar, dan berawan tebal untuk wilayah Kupang.
Di Pulau Kalimantan, secara umum diprakirakan berawan untuk wilayah Pontianak dan Palangka Raya, berawan tebal untuk wilayah Banjarmasin, hujan ringan untuk wilayah Samarinda, serta waspadai potensi hujan disertai petir untuk wilayah Tanjung Selor.
Di wilayah Pulau Sulawesi, cuaca diprakirakan berawan tebal untuk wilayah Manado, Gorontalo, Kendari, dan Makassar. Adapun hujan ringan diprakirakan melanda wilayah Palu, serta waspadai potensi hujan lebat untuk wilayah Mamuju.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!