Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD DKI Jakarta Imbau Warga Waspadai Potensi Longsor di Jakarta Selatan dan Timur

📅 Kamis, 14 Agu 2025, 11:45 WIB | Oleh:
BPBD DKI Jakarta Imbau Warga Waspadai Potensi Longsor di Jakarta Selatan dan Timur Doc: Getty Images

JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor pada Agustus 2025. Peringatan ini khususnya ditujukan bagi masyarakat di sejumlah wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang masuk dalam zona rawan longsor.

BPBD DKI Jakarta menyampaikan imbauan tersebut melalui akun Instagram resminya, @bpbddkijakarta. Peringatan ini mengacu pada data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang memetakan wilayah-wilayah dengan tingkat kerentanan gerakan tanah.

Berdasarkan peta kerentanan PVMBG, beberapa wilayah di Jakarta masuk kategori Zona Menengah hingga Tinggi potensi longsor.

Di Jakarta Selatan, wilayah tersebut meliputi Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.

Sementara di Jakarta Timur, wilayah yang masuk kategori rawan longsor adalah Cipayung, Kramat Jati, dan Pasar Rebo.

Sebaiknya Anda baca juga:

PVMBG menjelaskan bahwa di Zona Menengah, gerakan tanah berpotensi terjadi jika curah hujan melebihi normal, terutama pada daerah yang berada dekat lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau lereng yang kondisinya terganggu.

Adapun di Zona Tinggi, gerakan tanah lama berpotensi aktif kembali saat terjadi hujan deras. Kondisi ini dinilai dapat membahayakan warga yang tinggal di sekitar daerah rawan tersebut, sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini.

“Lurah, camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi potensi gerakan tanah saat curah hujan di atas normal,” tulis BPBD Jakarta dalam unggahannya.

BPBD menambahkan, prakiraan potensi gerakan tanah ini disusun dengan metode tumpang susun antara peta zona kerentanan gerakan tanah dan peta prakiraan curah hujan bulanan yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Metode ini bertujuan memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai wilayah yang berisiko terdampak longsor.

Pihak BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda awal longsor, seperti retakan pada tanah atau dinding bangunan, pohon atau tiang yang mulai miring, serta munculnya mata air baru di lereng. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya korban jiwa maupun kerugian material.

Dengan adanya peringatan ini, warga yang tinggal di wilayah rawan longsor diharapkan dapat lebih waspada dan mengambil langkah mitigasi. BPBD menegaskan, kesiapsiagaan bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.