Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sistem Transportasi Jakarta Bisa Menjadi Percontohan

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 01:05 WIB | Oleh:
Sistem Transportasi Jakarta Bisa Menjadi Percontohan Doc: istimewa
Ket. Transjakarta

JAKARTA – Sistem transportasi terpadu yang dikembangkan Jakarta bisa menjadi model atau percontohan bagi daerah lain. Pemda-pemda lain dapat belajar dari model transportasi Jakarta. Pembenahan transportasi umum Jakarta bisa menjadi pelajaran untuk daerah lain. Salah satunya kebijakan transportasi umum berkesinambungan.

“Kesinambungan adalah kunci. Kebijakan transportasi membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun untuk berbuah,” kata Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, di Jakarta, Senin (11/8).

Transportasi Jakarta terintegrasi layanan mikrotrans, bus, kereta, serta kolaborasi lintas daerah. Menurutnya, angkutan umum seperti Transjakarta 24 jam, trotoar yang manusiawi, hingga integrasi tarif antarmoda merupakan hasil estafet kepemimpinan yang saling melanjutkan.

Pada era Gubernur Sutiyoso (2004–2007) melalui peluncuran Transjakarta koridor 1, merupakan sistem Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara. Sutiyoso meletakkan pondasi hukum melalui Pola Transportasi Makro (PTM), cetak biru yang menjadi DNA pengembangan transportasi Ibu Kota.

“Tanpa terobosan ini, Jakarta mungkin masih terperangkap dalam kemacetan abadi,” jelas Djoko. Selanjutnya, era Gubernur Fauzi Bowo (2007–2012), terjadi transformasi kelembagaan Transjakarta menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) memberi fleksibilitas operasional.

Kemudian, era Gubernur Joko Widodo (2012–2014), melalui Peraturan Daerah Penyelenggaraan BRT yang menjamin alokasi anggaran jangka panjang. Kemudian peremajaan armada dan sistem kontrak operator berbasis Service Level Agreement (SLA) menjadi standar baru.

Trotoar dan jalur sepeda juga dibenahi. Ada kursi-kursi disiapkan di sejumlah trotoar bagi pejalan kaki yang akan beristirahat. Dalam era ini juga diluncurkan MRT Jakarta fase 1 Lebak Bulus – Bundaran HI (15,8 kilometer).

Berikutnya, era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (2014–2017), yang mengintegrasikan angkot ke dalam sistem BRT sebagai layanan feeder. “Kebijakan ini menyatukan angkutan kecil dengan transportasi massal, sekaligus membuka akses bagi warga pinggiran. Dia membatasi gerak sepeda motor dengan melarang beroperasi di Jalan Jenderal Sudirman dan Thamrin,” ujar Djoko.

Di era ini, 13 koridor Transjakarta terbangun. Jaringan BRT merentang dari Taman Mini hingga Kalideres, Lebak bulus hingga Pulogadung. Selanjutnya, era Gubernur Anies Baswedan (2017–2022), dengan trotoar membentang sepanjang 500 km. Jalur sepeda dibuat, tapi sekarang mubazir karena tidak terpakai. Pesepeda tak mau lewat jalur sepeda, mereka berseda di luar jalur.

Ada juga layanan terpadu Jaklingko yang memperluas integrasi angkutan perkotaan dengan MRT, LRT, Transjakarta, dan KRL dalam satu kartu. Kemudian, era Penjabat Gubernur Jakarta Heru Budi dilanjutkan Gubernur Pramono Anung melalui integrasi Jabodetabek sebagai satu ekosistem transportasi.

Selanjutnya, penyelesaian integrasi tarif regional menggunakan kartu Jaklingko. Ini memangkas biaya dan waktu perpindahan antarmoda. Ada juga kebijakan insentif fiskal untuk pemerintah daerah penyangga yang mengembangkan BRT feeder. Pramono menggratiskan 15 golongan warga Jakarta menggunakan Bus Transjakarta.

Hasilnya, volume kendaraan pribadi masuk Jakarta turun 18 persen (2023–2025). Kemudian, waktu tempuh Bekasi–Jakarta berkurang 40 menit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.