Pendakwah Muda Dapat Kesempatan Magang di Pesantren, Program Baru dari Kemenag
📅 Selasa, 12 Agu 2025, 10:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Direktorat Penerangan Agama Islam Kementerian Agama memberi kesempatan kepada para dai yang masuk program regenerasi pendakwah muda untuk magang di pesantren.
"Mereka akan belajar tidak hanya teori, tetapi praktik dakwah dan pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren," ujar Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Ahmad Zayadi di Jakarta, Selasa.
Sebanyak enam pesantren terpilih sebagai lokasi magang yang semua di Jawa Barat. Proses magang berlangsung selama lima hari pada Agustus 2025.
Ia menjelaskan enam pesantren yang menjadi lokasi magang dipilih dengan kriteria khusus.
Selain memiliki sistem taklim yang mapan, pesantren tersebut juga telah mengembangkan usaha produktif yang dikelola secara profesional.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami ingin para dai muda bisa melihat model pemberdayaan ekonomi yang nyata, sehingga nanti mereka dapat menirunya di daerah masing-masing," kata dia.
Dia menjelaskan regenerasi dai pada era digital tidak cukup hanya menguasai materi dakwah.
Kemampuan mengelola ekonomi umat, ujarnya, menjadi faktor penting untuk kemandirian dan keberlanjutan misi dakwah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selama lima hari, para peserta akan terjun langsung dalam kegiatan pesantren, antara lain mengisi kajian, berdialog dengan santri, dan belajar mengelola unit usaha seperti percetakan, koperasi, toko bahan pokok, dan pertanian.
"Pengalaman ini akan menjadi bekal mereka sebagai agen perubahan di masyarakat," ujarnya.
Program magang ini juga menjadi ajang jejaring antara para dai muda dengan pengasuh pesantren dengan harapan kolaborasi ini terus berlanjut pasca-magang.
Salah satu kiai pengasuh Ponpes Al Luthfah Bandung Barat KH Ahmad Muhibban mengungkapkan profesi dai pekerjaan mulia yang menuntut integritas, kesabaran, dan keikhlasan.
"Tidak ada pekerjaan paling mulia daripada dai," ujarnya.
Menurut dia, dai harus tampil tegas, berakhlak mulia, dan mampu menyesuaikan metode dakwah dengan kondisi masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!