Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar: Wabah Demam Berdarah di Kawasan Pasifik Meningkat Tajam Akibat Perubahan Iklim

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 13:30 WIB | Oleh:

“Kita mungkin berpikir kekeringan akan mengurangi infeksi yang ditularkan nyamuk, tetapi tampaknya bukan itu yang terjadi,” kata Kaufman. “Sebaliknya, ada percepatan penularan.”

Pengendalian nyamuk adalah metode yang digunakan untuk mengurangi populasi nyamuk Aedes yang menyebarkan demam berdarah, seperti membersihkan tempat perkembangbiakan nyamuk, menggunakan larvasida, atau menyemprotkan insektisida. Pengendalian nyamuk juga dapat mencakup pengendalian biologis, langkah-langkah perlindungan pribadi, dan kampanye bersih-bersih komunitas untuk mencegah gigitan dan penularan nyamuk.

Meski begitu, Reiner mengatakan banyak alat pengendalian nyamuk belum terbukti mampu mengurangi penularan, karena sebagian besar respons bersifat reaktif dan sering kali “menangani wabah dengan sia-sia, dan terlambat melakukan upaya”.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Harga Telur di Tingkat Pengecer di Kabupaten Lebak Turun

23 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Telur di Tingkat Peng...

55 Kecamatan di Banten Krisis Air, Polda Kirim Bantuan

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
55 Kecamatan di Banten Kris...

4 Tempat Usaha Don Ritto Mulai Disisir Petugas Kejagung

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...

Warga Akan Lebih Sehat Bila Tinggal di Rumah yang Layak Huni

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Warga Akan Lebih Sehat Bila...

ASN Yang Segera Memasuki Masa Pensiun Perlu Persiapan

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
ASN Yang Segera Memasuki Ma...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.