Stabilitas Ekonomi RI Ternyata Berdiri di Atas Fondasi Pasar Modal
📅 Senin, 11 Agu 2025, 16:31 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: ANTARA/Rizka Khaerunnisa
JAKARTA - Pasar modal Indonesia bukan sekadar etalase jual-beli saham dan obligasi, melainkan mesin penggerak yang menopang denyut nadi ekonomi nasional.
Di tengah arus global yang tak menentu, kepercayaan investor dan soliditas pasar menjadi tameng yang menjaga stabilitas ekonomi tetap tegak.
Fakta berbicara: sepanjang semester I tahun ini, ekonomi Indonesia tetap tumbuh 5,12 persen (yoy), membuktikan bahwa peran pasar modal bukan pelengkap, melainkan pilar strategis yang mampu menyerap guncangan eksternal dan memompa optimisme domestik.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengatakan capaian ini mencerminkan kokohnya fondasi ekonomi nasional.
“Meskipun pada kuartal II tahun ini maupun di awal tahun ini mengalami tekanan berat, namun kita bisa melihat bahwa pasar modal Indonesia tetap mampu menunjukkan resiliensi dan kapasitas adaptasi yang baik,” katanya dalam acara HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (11/8).
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa ini menjadi bukti bahwa infrastruktur pasar modal semakin tangguh dalam menghadapi gejolak eksternal dan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas dan kepastian sekalipun dengan kondisi eksternal yang tidak semakin mudah.
Hingga Jumat (8/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di posisi 7.533,39 atau menguat 6,41 persen year to date (ytd) dengan kapitalisasi pasar menguat menjadi Rp13.555 triliun.
Pada Senin pagi, IHSG dibuka menguat 62,16 poin atau 0,83 persen ke posisi 7.595,55.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, pasar surat utang juga menunjukkan pertumbuhan positif dengan Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup di level 421,81 atau mencatatkan kenaikan 7,42 persen.
Aktivitas penghimpunan dana dari pasar modal telah mencapai Rp144,78 triliun dengan 16 emiten baru dan masih terdapat 13 perusahaan dalam pipeline penawaran umum dengan nilai indikatif Rp16,65 triliun.
Selanjutnya, reputasi tata kelola emiten Indonesia mendapat pengakuan internasional.
Dalam gelaran ASEAN Corporate Governance Conference and Awards 2025 di Malaysia pada Juli, Indonesia mencatat kenaikan skor rata-rata nasional untuk ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) sebesar sembilan persen yang merupakan kenaikan tertinggi di kawasan ASEAN.
Sebanyak empat emiten Indonesia berhasil masuk dalam Top 50 ASEAN, termasuk dua emiten perbankan yang menempati posisi 10 besar terbaik.
Selain itu, jumlah perusahaan Indonesia yang masuk dalam kategori ASEAN Asset Class juga meningkat signifikan dari sembilan menjadi 23 perusahaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!