Perundingan Polusi Plastik PBB Gagal Mencapai Konsensus
📅 Senin, 11 Agu 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SProses perundingan diamanatkan untuk meninjau siklus hidup plastik secara menyeluruh, mulai dari produksi hingga polusi.
Eirik Lindebjerg, penasihat plastik global untuk World Wide Fund for Nature, mengatakan kepada AFP bahwa proposal Kuwait merupakan "upaya lain untuk menjadikannya perjanjian pengelolaan limbah", dan untuk menghambat perundingan pengurangan jumlah plastik dan penghapusan unsur-unsur yang paling berbahaya.
Arab Saudi, yang berbicara mewakili Kelompok Arab, mengatakan bahwa langkah yang bertanggung jawab ke depannya adalah mulai mempertimbangkan bagian-bagian teks yang "mungkin tidak mencapai hasil akhir karena perbedaan yang tidak dapat didamaikan".
"Kita tidak bisa melakukan semuanya di mana-mana sekaligus," kata Riyadh, seraya menambahkan: "Jangan jadikan kesempurnaan sebagai musuh kebaikan."
Sebaiknya Anda baca juga:
Negosiator Panama, Juan Monterrey Gomez, mengecam negara-negara yang ingin menghentikan perjanjian yang mencakup seluruh siklus hidup plastik.
Ia mengatakan mikroplastik "ada dalam darah kita, di paru-paru kita, dan dalam tangisan pertama bayi yang baru lahir. Tubuh kita adalah bukti nyata dari sistem yang mengambil keuntungan dari meracuni kita".
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!