Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kementrans Bangun Sekolah Berasrama, Siapkah Hadapi Tantangan Lapangan?

📅 Senin, 11 Agu 2025, 23:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementrans Bangun Sekolah Berasrama, Siapkah Hadapi Tantangan Lapangan? Doc: ANTARA/HO-Kementrans.
Ket. Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman (baris pertama, keempat dari kiri) bersama anak-anak di kawasan transmigrasi saat mengunjungi Papua beberapa waktu lalu.

JAKARTA – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) tengah mendorong lahirnya proyek percontohan Sekolah Rakyat berasrama di kawasan transmigrasi Sumba dan Papua.

Inisiatif ini diklaim sebagai langkah strategis untuk membuka akses pendidikan berkualitas di wilayah yang selama ini tertinggal, dengan harapan mampu memutus rantai kemiskinan dan keterisolasian sosial-ekonomi.

Namun, di balik semangat program ini, terselip tantangan yang tidak ringan: keterbatasan tenaga pengajar, infrastruktur yang minim, hingga potensi benturan budaya antara sistem pendidikan formal dan kearifan lokal setempat.

Tanpa perencanaan matang dan pendanaan berkelanjutan, pilot project ini berisiko hanya menjadi proyek mercusuar—menggugah di awal, redup di tengah jalan.

Lebih jauh, pertanyaannya adalah apakah model sekolah berasrama ini akan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat transmigrasi, atau sekadar meniru konsep yang sukses di tempat lain tanpa adaptasi mendalam terhadap realitas Sumba dan Papua.

Pendidikan di wilayah terpencil bukan hanya soal membangun gedung dan menyediakan guru, tapi juga soal menumbuhkan rasa memiliki dan relevansi kurikulum bagi komunitas yang dilayani.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan di Jakarta, Senin (11/8), bahwa pengembangan Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) di kawasan transmigrasi.

Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat di wilayah transmigrasi dapat membantu masyarakat yang membutuhkan untuk mendapatkan akses pendidikan bagi anak-anak mereka.

Ia mengatakan sekolah berasrama gratis tersebut nantinya mengintegrasikan kurikulum nasional dengan empat pilar utama pembangunan karakter siswa, yakni kepemimpinan, keterampilan, nasionalisme, dan keagamaan.

"Konsep boarding school ini bukan sekadar memperluas akses pendidikan, tetapi menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan membentuk karakter,” ucap M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.

Pembangunan pilot project Sekolah Rakyat akan dimulai di Wamena dan Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, serta Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementrans Velix Vernando Wanggai menyatakan Sekolah Rakyat akan menjadi pusat pembentukan SDM unggul yang siap bersaing di tingkat nasional dan global.

“Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas di kelas, tetapi juga terlatih dalam keterampilan hidup, memiliki daya juang, dan kokoh secara moral. Mereka harus menjadi pemimpin masa depan yang mampu membangun desanya dan menginspirasi bangsanya,” ujarnya.

Ia berharap melalui sinergi lintas kementerian, terutama dengan Kementerian Sosial (Kemensos), Sekolah Rakyat dapat menjadi motor penggerak kawasan transmigrasi yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Gunung Semeru Erupsi dengan...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.