BI Kepri Pasang Target Fantastis QRIS 2025, Publik Tunggu Realisasi
📅 Senin, 11 Agu 2025, 23:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Amandine Nadja
BATAM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau (BI Kepri) membidik target ambisius: 50 juta transaksi keuangan via Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah Kepri sepanjang 2025.
Angka ini bukan sekadar statistik. Itu mencerminkan tekad BI untuk mendorong percepatan digitalisasi pembayaran di salah satu provinsi dengan lalu lintas perdagangan dan pariwisata internasional paling padat di Indonesia.
Kepala BI Kepri, Rony Widijarto, mengklaim target tersebut akan dikejar melalui serangkaian langkah masif, termasuk Pekan QRIS Nasional (PQN) yang digelar serentak di seluruh Indonesia. Di Batam, kampanye ini mengambil panggung di pusat belanja ikonik Nagoya Hill Mall—sebuah lokasi yang tak hanya strategis secara komersial, tapi juga simbol gaya hidup konsumtif masyarakat urban.
Namun, pertanyaannya: mampukah BI mengubah gelombang kampanye menjadi gelombang adopsi nyata? Sebab, di balik promosi masif, tantangan seperti literasi digital rendah, dominasi transaksi tunai, hingga resistensi pedagang kecil masih membayangi.
Target 50 juta transaksi bisa jadi tonggak sejarah, atau justru sekadar angka indah di atas kertas jika tidak dibarengi strategi yang membumi di lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dengan PQN, kami ingin masyarakat semakin mengenal QRIS. Tahun lalu jumlah transaksi mencapai 33,9 juta, target di tahun ini 50 juta transaksi. Dan dari Januari hingga Juni sudah hampir 30 juga transaksi,” kata Rony di Batam, Senin (11/8).
Rony menjelaskan, selain mendorong transaksi domestik, pihaknya juga memanfaatkan potensi pembayaran wisatawan mancanegara (wisman) melalui layanan QRIS Cross Border dan QRIS Tap.
Di tahun 2024, nilai transaksi dari Malaysia mencapai Rp7,8 miliar dan dari Singapura Rp1,8 miliar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada Januari hingga Juni 2025, angkanya sudah naik menjadi Rp9,6 miliar untuk Malaysia dan Rp2,8 miliar untuk Singapura.
“Dengan QRIS Tap dan Cross Border, turis bisa bertransaksi lebih mudah dan nyaman,” ujarnya.
Pekan QRIS Nasional di Batam juga diramaikan lomba bertema kemerdekaan, seperti lomba pramuka dan karaoke kemerdekaan dari tanggal 11 hingga puncaknya pada 17 Agustus 2025.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Kepri Aries Fhariandi mengapresiasi inisiatif BI yang dinilai berkontribusi positif pada digitalisasi di daerah.
“Kita harap QRIS tidak hanya ada di kota besar atau mal, tetapi juga sampai pasar tradisional, desa, pelosok, dan pulau-pulau. Itu tantangan bersama kita,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Kepri melalui Bappelitbangda mengaku siap bersinergi dengan BI dalam memperluas jangkauan penggunaan QRIS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!