Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Militer Seoul: Korea Utara Mulai Singkirkan Pengeras Suara di Perbatasan

📅 Minggu, 10 Agu 2025, 15:00 WIB | Oleh:
Militer Seoul: Korea Utara Mulai Singkirkan Pengeras Suara di Perbatasan Doc: AFP
Ket. Tentara Korea Selatan mulai menonaktifkan beberapa speakernya minggu ini.

SEOUL - Pasukan Korea Utara mulai menyingkirkan pengeras suara propaganda yang digunakan untuk mengeluarkan suara-suara yang meresahkan di sepanjang perbatasan, kata militer Korea Selatan Selatan pada Sabtu (9/8), beberapa hari setelah pemerintahan baru Seoul membongkar pengeras suara di sisi perbatasannya.

Kedua negara telah menghentikan siaran propaganda di sepanjang zona demiliterisasi, kata militer Korsel pada bulan Juni setelah terpilihnya Presiden Lee Jae Myung yang berusaha meredakan ketegangan dengan Pyongyang.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan pada hari Senin mengatakan pihaknya mulai menyingkirkan pengeras suara dari sisi perbatasannya sebagai "tindakan praktis yang bertujuan membantu meredakan ketegangan dengan Korea Utara".

Sebelumnya, Korea Selatan menyiarkan siaran K-pop dan berita-berita dengan keras ke arah Korea Utara sebagai tanggapan terhadap Pyongyang yang menyiarkan suara-suara aneh dan meresahkan di sepanjang perbatasan yang telah menjadi gangguan besar bagi penduduk lokal Korea Selatan.

Namun di bawah pemerintahan yang baru, pada bulan Juni, Korsel menghentikan siaran pengeras suara dan pada gilirannya, sehari kemudian, Korut juga menghentikan siaran mereka.

"Militer Korea Selatan mendeteksi pasukan Korea Utara membongkar pengeras suara propaganda di beberapa bagian sepanjang garis depan sejak pagi ini," kata Kepala Staf Gabungan Seoul dalam sebuah pernyataan, Sabtu.

"Masih harus dikonfirmasi apakah perangkat tersebut telah disingkirkan di semua wilayah, dan militer akan terus memantau aktivitas terkait," tambah mereka.

Seoul memulai siaran pengeras suara tahun lalu sebagai tanggapan terhadap serangkaian balon berisi sampah yang diterbangkan ke selatan oleh Pyongyang.

Korea Utara telah mengirim ribuan balon ke selatan pada waktu itu, dengan mengatakan bahwa balon tersebut merupakan balasan atas balon propaganda yang diluncurkan oleh aktivis Korea Selatan.

Hubungan antara kedua Korea telah mencapai titik terendah dalam beberapa tahun terakhir, di bawah Presiden Korea Selatan saat itu, Yoon Suk Yeol. Seoul mengambil sikap tegas terhadap Pyongyang, yang semakin mendekati Moskow setelah invasi Russia ke Ukraina.

Lee telah mengambil pendekatan berbeda dalam berurusan dengan Korea Utara sejak pemilihannya pada bulan Juni, termasuk meminta kelompok-kelompok sipil untuk berhenti mengirim selebaran propaganda anti-Korea Utara. 

Lee juga mengatakan akan mengupayakan perundingan dengan Korea Utara tanpa prasyarat, menyusul pembekuan hubungan yang mendalam di bawah pendahulunya.

Kedua negara secara teknis masih berperang karena Perang Korea 1950-53 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp85.500/...
Advertisement
Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Masih di Puncak, Madrid Naik ke Posisi Kedua

Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Masih di Puncak, Madrid Naik ke Posisi Kedua

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.