Dimediasi Trump, Azerbaijan-Armenia Sepakat Berdamai
📅 Sabtu, 09 Agu 2025, 11:20 WIB | Oleh: Lili Lestari“Saya sangat berterima kasih kepada Presiden karena telah mencabut pembatasan yang diberlakukan terhadap Azerbaijan pada tahun 1992,” kata Aliyev.
Meskipun Trump memuji perjanjian itu sebagai terobosan diplomatik dan peluang untuk keterlibatan ekonomi, banyak orang Armenia memandang perjanjian itu dengan getir.
Selama kampanye militer Azerbaijan tahun 2023, negara itu berusaha membawa Nagorno-Karabakh di bawah kendalinya.
Namun, serangan militer melibatkan pengepungan brutal yang menurut kelompok hak asasi manusia merupakan pembatasan makanan sebagai senjata perang. Konflik tersebut berpuncak pada pengusiran paksa penduduk etnis Armenia di wilayah tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gambar-gambar orang Armenia yang terusir dan melarikan diri sambil membawa harta benda mereka mengingatkan kita pada kenangan pahit tentang apa yang oleh banyak orang dianggap sebagai “Genosida Armenia”, yang terjadi pada tahun 1915 hingga 1923.
Azerbaijan bersikukuh bahwa operasi itu diperlukan untuk memulihkan ketertiban di wilayah perbatasannya dan agar warga Armenia dapat tetap tinggal di rumah mereka.
"Menghapus Nagorno-Karabakh bukanlah perdamaian," kata Aram Hamparian, direktur eksekutif Komite Nasional Armenia Amerika, dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis. Ia mengatakan kesepakatan itu dicapai "dengan todongan senjata".
Sebaiknya Anda baca juga:
“Menormalkan pembersihan etnis bukanlah perdamaian,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!