Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Azerbaijan Ambil Alih Kendali, Pengungsi Karabakh Menyeberang ke Armenia

📅 Senin, 25 Sep 2023, 10:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Azerbaijan Ambil Alih Kendali, Pengungsi Karabakh Menyeberang ke Armenia Doc: CNA/AFP/ALAIN JOCARD
Ket. Pengungsi Nagorno-Karabakh berbondong-bondong menyeberang ke Armenia sebagian besar anak-anak, kaum wanita dan lansia.

KORNIDZOR: Pengungsi etnis Armenia mulai meninggalkan Nagorno-Karabakh pada Minggu (24/9) untuk pertama kalinya sejak Azerbaijan melancarkan serangan yang dirancang untuk menguasai wilayah yang memisahkan diri itu dan mungkin akan mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga dekade.

Operasi satu hari Azerbaijan yang berakhir pada Rabu dengan janji pelucutan senjata oleh kelompok separatis menandai perubahan geopolitik yang bersejarah wilayah itu, dengan kemenangan Baku, dan Armenia secara terbuka menjauhkan diri dari sekutu tradisionalnya, Rusia.

"Kemarin, kami harus meletakkan senapan kami. Jadi kami pergi," kata seorang pria berusia tiga puluhan dari desa Mets Shen kepada AFP ketika kelompok pertama yang terdiri dari beberapa puluh orang melintasi perbatasan dan mendaftar ke pejabat Armenia di Kornidzor.

"Kami punya waktu 15 menit untuk mengemas semuanya," katanya. Ia menyesali karena meninggalkan ternaknya dan makam putrinya yang berusia tiga tahun di Mets Shen. "Saya tidak mengucapkan selamat tinggal padanya. Saya berharap untuk kembali."

Menurut pemerintah Armenia, pada Minggu malam, 377 "pengungsi" telah menyeberang dari Azerbaijan ke Armenia.

Sebagian besar pengungsi yang dilihat oleh AFP adalah perempuan dan anak-anak, termasuk beberapa dari Eghtsahogh, tempat orang-orang berlindung di sekitar pangkalan penjaga perdamaian Rusia setelah desa mereka diduga diserang oleh Azerbaijan.

Para pemimpin separatis mengatakan sedang merundingkan nasib sekitar 120.000 etnis Armenia dari Nagorno-Karabakh dalam dialog dengan pejabat Azerbaijan yang dimediasi pasukan penjaga perdamaian Rusia.

Azerbaijan mengatakan pihaknya telah mengalihkan kota utama di kawasan itu, Stepanakert, ke jaringan listriknya sebagai bagian dari upaya "reintegrasi".

Namun warga sipil yang berhasil melarikan diri melaporkan kekurangan makanan, air dan bahan bakar akibat blokade Azerbaijan selama sembilan bulan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.