Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tren 'Influencer' Sekarang: Asal Klaim Penghargaan Agar Tampak Pintar

📅 Jumat, 08 Agu 2025, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Mereka yang mengklaim ‘mendapatkan undangan’ kemudian dikenal sebagai ‘sosialita UN’.

Shirley Lin, seorang influencer kecantikan dari China, contohnya, menunjukkan bahwa dia memberikan pidato di UN.

Namun, sebenarnya, semua orang bisa berkunjung ke UN Headquarter. Publik bisa membayar sejumlah US$26 (Rp450 ribu) untuk sekadar datang, untuk menghadiri internal briefing bisa dilakukan dengan merogoh kocek US$250 (Rp4 juta), dan untuk menyewa UN conference room sebesar US$2500 (Rp40 juta).

Tingkatkan trafik

Peningkatan status sosial dipercaya berbanding lurus dengan kenaikan trafik media sosial. Ini penting bagi influencer karena beberapa alasan.

Pertama, trafik akan berpengaruh pada semakin banyak click pada akun.

Kedua, algoritma media sosial berhubungan dengan jumlah likes, comments, shares, dan clicks. Semakin tinggi algoritmanya, semakin tinggi visibility media sosialnya, sehingga semakin banyak kunjungan yang diperoleh. Ini berarti semakin tinggi nilai uang (monetisasi) yang dihasilkan.

TikTok dengan logika FYP (for you page), contohnya, menggunakan data trafik dari pengguna berdasarkan ketertarikan dan interaksi mereka lalu mengkonversinya menjadi data, penjualan, dan ranking. Ini merupakan bentuk monetisasi yang jamak di media sosial.

Angka-angka inilah yang menguatkan influencer untuk menegosiasikan value (nilai) dan identitas mereka ke publik. Termasuk, upaya mengemas identitas mereka menjadi ‘influencer cerdas’, tidak sekadar tahu fashion dan lifestyle.

Akibat jebakan monetisasi ini, influencer menjadi haus likes, comments, _dan _shares dari followernya. Para influencer yang awalnya menikmati kebebasan kreatifnya menjadi terikat dengan algoritma media sosial dan keinginan memenuhi kebutuhan trafik untuk kepentingan memonetisasi, termasuk pergi ke UN Headquarter atau membeli penghargaan tertentu.

Tergiur ‘go international’

Efek globalisasi membuat influencer berlomba-lomba meningkatkan level branding-nya. Tidak hanya lokal dan nasional, kancah internasional jadi target utama.

UNESCO sendiri memiliki beberapa penghargaan untuk individu, misalnya UNESCO Kalinga Prize untuk popularisasi sains, Women in Science, Peace Prize, dan Global Citizenship Education.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam,  Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam, Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.