Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Studi Ungkap El Nino Picu Hilangnya Keanekaragaman Hayati Artropoda

📅 Kamis, 07 Agu 2025, 22:40 WIB | Oleh:
Studi Ungkap El Nino Picu Hilangnya Keanekaragaman Hayati Artropoda Doc: AFP
Ket. Ilustrasi - Seekor serangga memanjat dari bunga poppy di Cagar Alam Poppy California Antelope Valley, California, Amerika Serikat.

SYDNEY - Sebuah studi internasional yang melibatkan sejumlah peneliti Australia mengaitkan perubahan dalam fenomena El Nino dengan hilangnya keanekaragaman hayati yang signifikan pada artropoda hutan tropis, termasuk kupu-kupu, kumbang, dan laba-laba.

Artropoda, yang merupakan mayoritas spesies hewan, memainkan peran penting dalam ekosistem seperti penguraian bahan organik, pemakan daun hidup, dan penyerbukan, serta menjadi sumber makanan penting bagi burung dan hewan yang lebih besar, menurut pernyataan yang dirilis pada Kamis (7/8) oleh Universitas Griffith, Australia.

Dengan menganalisis data dari 80 lebih studi hutan tropis yang belum tersentuh manusia, peneliti dari Universitas Griffith dan Universitas Hong Kong di China menemukan hilangnya keanekaragaman hayati artropoda dalam jumlah signifikan, yang disertai dengan menurunnya konsumsi daun hidup dan ketidakstabilan dalam penguraian daun mati.

Studi tersebut menyatakan bahwa perubahan jangka panjang pada siklus Osilasi Selatan El Nino (El Nino Southern Oscillation/ENSO), dengan peristiwa El Nino panas dan kering yang lebih sering dan intens akibat perubahan iklim, mengganggu keseimbangan alami antara fase El Nino dan La Nina dalam siklus tersebut, sehingga menyebabkan penurunan populasi artropoda dan peran ekologisnya.

Spesies yang tumbuh subur dalam kondisi La Nina, yang sering kali lebih dingin dan basah, menjadi yang paling terdampak, menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature.

Studi ini tidak menyertakan ancaman manusia seperti hilangnya habitat, pestisida, dan polusi di hutan-hutan yang belum tersentuh tersebut, dan mengidentifikasi perubahan ENSO yang dipicu oleh iklim sebagai penyebab utama hilangnya artropoda.

"Pesan penting untuk Australia adalah perlunya memantau keanekaragaman hayati di hutan hujan kita," kata salah satu penulis studi itu, Roger Kitching dari Universitas Griffith.

Penelitian ini terus dilakukan di situs-situs hutan di Hong Kong di China Daratan, Australia, dan Malaysia untuk mengeksplorasi lebih jauh tren yang mengkhawatirkan ini. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.