Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Lagi Ada Pemburu Harimau, Tinggal 42 di Bengkulu

📅 Rabu, 06 Agu 2025, 02:34 WIB | Oleh:
Jangan Lagi Ada Pemburu Harimau, Tinggal 42 di Bengkulu Doc: ist
Ket. Harimau Sumatera

BENGKULU – Orang-orang tidak waras masih saja memburu hewan dilindungi, termasuk harimau. Binatang yang makin langka ini harus benar-benar dilestarikan. Pemburu harus dihukum berat.

Pengawasan yang dilakukan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama para mitra mengungkapkan 42 individu harimau Sumatra terpantau di wilayah bentang alam Bengkulu.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung Himawan Sasongko dalam pernyataan diterima di Jakarta, Senin, menyatakan hasil pengawasan bersama para mitra konservasi dengan kamera jebak dan patroli lapangan selama periode 2020-2025 memperlihatkan 42 individu di tiga bentang alam utama.

"Hasil ini menunjukkan bahwa kawasan Seblat masih menjadi habitat penting bagi harimau Sumatra dan satwa liar lainnya yang berperan menjaga keseimbangan ekosistem," ujar dia.

Dalam survei yang dilakukan pada Maret-Mei 2025 di kawasan Seblat, tim berhasil merekam 1.860 foto kejadian dari 16 unit kamera jebak yang dipasang selama 52 hari. Rekaman tersebut menunjukkan aktivitas hewan terancam punah itu di area.

Ada juga satwa lain seperti tapir, gajah Sumatra, macan dahan, dan berbagai satwa hutan lain. Sebagai upaya verifikasi, BKSDA Bengkulu-Lampung bersama pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan mitra konservasi menggelar diskusi kelompok terpumpun "Verifikasi Data Harimau Sumatera."

Diskusi itu bertujuan memastikan keakuratan data sebaran harimau di Provinsi Bengkulu sebagai dasar penyusunan rencana tindak lanjut konservasi ke depan.Meskipun temuan itu menjadi kabar baik, kata dia, ancaman terhadap kelestarian harimau Sumatra masih tinggi, mulai dari perburuan liar, perambahan hutan, hingga konflik dengan manusia akibat penyusutan habitat alami.

Oleh karena itu, kolaborasi lintas pihak dalam menjaga kawasan hutan dan habitat harimau menjadi kebutuhan penting. Harimau Sumatra adalah spesies kunci. Menjaga mereka berarti menjaga kesehatan ekosistem hutan Sumatra.

“Data monitoring ini akan menjadi pijakan penting dalam merancang strategi perlindungan yang lebih terarah dan efektif sekaligus untuk mengungkapkan keberadaan satwa tersebut di Provinsi Bengkulu bagian selatan sampai perbatasan Lampung," ujarnya.

Upaya pemantauan itu merupakan komitmen bersama untuk memastikan harimau Sumatra tetap lestari di habitat alaminya, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian hutan dan satwa liar.

Sementara itu, Warga Cianjur telah dibuat puyeng keberadaan Lutung yang melukai anak-anak. Maka, Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Jawa Barat bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) berusaha menangkap hewan sejenis lutung yang membuat resah warga Kampung Pasirkuyuk, Desa Girimulya, Kecamata Cibeber, Selasa.

Koordinator Lapangan Damkar Kabupaten Cianjur, Reki, Selasa, mengaku mendapat laporan dari warga terkait lutung yang tidak hanya berkeliaran di perkampungan, namun juga sempat menyerang anak-anak dan merusak atap rumah penduduk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.