Jayawijaya Bereskan Stunting di 328 Kampung dalam 40 Distrik
📅 Selasa, 05 Agu 2025, 02:04 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAYAWIJAYA - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mendukung kesuksesan program stuntingdi 328 kampung di 40 distrik daerah setempat
Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya dr Idawati Waromi Murib di Wamena, Senin, mengatakan pihaknya membina sekitar 300 kader TP PKK di setiap kampung yang salah satu tugas utamanya adalah penanganan stunting.
“Kami pikir masalah stunting ini bukan hanya menjadi tugas organisasi perangkat daerah atau OPD teknis, tetapi PKK pun memiliki tugas yang sama dalam penanganannya,” kata dia.
Menurut dia, kehadiran TP PKK untuk membantu masalah penanganan stunting dengan pemberian makanan tambahan untuk pemenuhan gizi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Kader PKK pun memiliki kepekaan dan kemampuan dalam penanganan stunting seperti timbang balita, mengukur panjang balita, serta pemberian makanan tambahan bagi balita, ibu hamil dan menyusui,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menjelaskan penanganan stunting menjadi salah satu tugas pokok PKK dalam membina dan memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga.
“PKK berperan sebagai agen perubahan sosial yang fokus pada keluarga sebagai unit terkecil pembangunan,” katanya.
Dia menambahkan bahwa negara kuat bermula saat keluarga itu kuat, baik secara ekonomi, sosial maupun kesehatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saat keluarga itu sehat maka segala sesuatu akan baik terutama mereka mampu bekerja, bersekolah, berinteraksi sosial dengan baik. Salah satu tugas kami adalah membantu penanganan stunting di 328 kampung,” ujarnya.
Badan Gizi Nasional (BGN), melalui satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG Papua Pegunungan mendorong dua dapur untuk menangani Makan Bergizi Gratis (MBG) 22 sekolah di Kabupaten Jayawijaya.
Ketua Kelompok SPPG-BGN Papua Pegunungan Wahyu Adi Pratama saat dihubungi di Wamena, Minggu, mengatakan saat ini pihaknya memiliki dua dapur yang mengelola MBG.
“Dapur pertama itu mengelola 12 sekolah dengan jumlah siswanya 2.286 orang, kemudian dapur kedua juga 12 sekolah dengan total siswanya yang ditangani 3.995 orang,” katanya.
Menurut dia, pada dapur pertama pendistribusian MBG terbagi dalam dua waktu yakni pukul 08.00 WIT dan 10.00 WIT.
“Pendistribusian MBG pada pukul 08.00 WIT terdapat delapan sekolah dan pukul 10.00 WIT empat sekolah,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!