Polusi Plastik Ancaman Kesehatan yang 'Serius dan Terus Meningkat', Kerugian Dunia Capai $1,5 Triliun per Tahun
📅 Senin, 04 Agu 2025, 15:13 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Guardian
PARIS - Polusi plastik merupakan "bahaya serius, terus berkembang, dan kurang disadari" bagi kesehatan yang mengakibatkan kerugian dunia sedikitnya 1,5 triliun dollar AS per tahun, demikian peringatan para ahli dalam sebuah laporan, Senin (4/8).
Tinjauan baru terhadap bukti yang ada, yang dilakukan oleh para peneliti kesehatan dan dokter terkemuka, diterbitkan satu hari sebelum dimulainya pembicaraan baru di Jenewa yang bertujuan untuk menyegel perjanjian pertama di dunia tentang polusi plastik.
"Plastik menyebabkan penyakit dan kematian sejak bayi hingga usia lanjut dan bertanggung jawab atas kerugian ekonomi terkait kesehatan yang melebihi US$1,5 triliun setiap tahunnya," demikian ulasan dalam jurnal medis The Lancet.
Membandingkan plastik dengan polusi udara dan timbal, laporan itu mengatakan dampaknya terhadap kesehatan dapat dikurangi melalui undang-undang dan kebijakan.
Para ahli menyerukan kepada delegasi dari hampir 180 negara yang berkumpul di Jenewa untuk menyetujui sebuah perjanjian setelah upaya sebelumnya yang gagal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Philip Landrigan, seorang dokter dan peneliti di Boston College di Amerika Serikat, memperingatkan bahwa orang-orang yang rentan, terutama anak-anak, paling terkena dampak polusi plastik.
"Adalah kewajiban kita untuk bertindak sebagai tanggapan," katanya dalam sebuah pernyataan.
Kepada mereka yang bertemu di Jenewa: mohon terima tantangan dan kesempatan ini untuk menemukan titik temu yang akan memungkinkan kerja sama internasional yang bermakna dan efektif dalam menanggapi krisis global ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para peneliti juga memperingatkan tentang potongan-potongan kecil plastik yang disebut mikroplastik, yang telah ditemukan di seluruh alam -- dan di seluruh tubuh manusia.
Dampak penuh mikroplastik terhadap kesehatan belum sepenuhnya diketahui, tetapi para peneliti membunyikan peringatan tentang dampak potensial dari plastik yang ada di mana-mana ini.
Jumlah plastik yang diproduksi dunia meningkat dari dua juta ton pada tahun 1950 menjadi 475 juta ton pada tahun 2022, menurut laporan tersebut. Jumlah ini diproyeksikan akan meningkat tiga kali lipat pada tahun 2060.
Namun saat ini kurang dari 10 persen dari seluruh plastik didaur ulang, tambahnya.
Landrigan mengatakan "krisis" plastik dunia berkaitan dengan krisis iklim. Plastik terbuat dari bahan bakar fosil.
"Tidak ada yang bisa meremehkan besarnya krisis iklim dan krisis plastik," kata Landrigan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!