Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menargetkan Lahan Tanam Ramah Lingkungan Mencapai 25.000 Hektare

📅 Senin, 04 Agu 2025, 23:45 WIB | Oleh:
Menargetkan Lahan Tanam Ramah Lingkungan Mencapai 25.000 Hektare Doc: Antara

Ngawi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, Jawa Timur menargetkan luas lahan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan (PRLB) di wilayahnya mencapai 25.000 hektare hingga akhir tahun 2025.

"Pemerintah Kabupaten Ngawi terus meningkatkan program pertanian ramah lingkungan berkelanjutan (PRLB) di wilayah setempat, dengan membatasi penggunaan pupuk sintetis maksimal 200 kilogram per hektar," ujar Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dalam kegiatan panen dan tradisi Methil Pari bersama petani di Desa Jambangan, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Senin.

Sesuai data Dinas Pertanian setempat, saat ini tercatat seluas 22.000 hektare lahan pertanian di Ngawi telah menerapkan sistem PRLB. Adapun, Pemkab Ngawi menargetkan PRLB mencapai 25.000 hektar pada akhir tahun 2025.

Dalam mendukung ketahanan pangan berkelanjutan tersebut, Pemkab Ngawi juga mengembangkan strategi pengendalian hama ramah lingkungan. Salah satunya melalui pemanfaatan mikroorganisme lokal serta pupuk organik dari urine kambing dan kelinci yang terbukti efektif dalam menekan populasi hama tikus tanpa mencemari lingkungan.

Bupati Ony turut mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jebakan tikus berbahaya yang berpotensi membahayakan manusia dan ekosistem.

Selain itu, sejumlah langkah dan inovasi juga terus dilakukan untuk mendorong dan memperluas pertanian ramah lingkungan berkelanjutan di Ngawi.

Di antaranya mandiri benih In-situ di Ngawi agar benih mudah didapat, serta hilirisasi pertanian bekerja sama dengan "offtaker" yang menampung hasil panen padi Kabupaten Ngawi.

Pemkab Ngawi juga melakukan mitigasi terhadap dampak kemarau, di antaranya melalui perbaikan irigasi tersier, perpompaan, sumur "submersibble", penyediaan varietas toleran kering, serta bantuan benih.

Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan lahan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan di Ngawi terus bertambah sehingga mampu menghasilkan mutu produksi padi yang lebih baik untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Adapun Kabupaten Ngawi sebagai lumbung pangan nasional secara keseluruhan memiliki luas tanam 144.896 hektare dengan produksi padi mencapai 778 ribu ton gabah kering giling (GKG) di tahun 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Sukses Tidak Harus dari Tempat Mewah

24 menit yang lalu | Lili Lestari

Rona
Sukses Tidak Harus dari Tem...
Nasional
PKP Usulkan Pembangunan 412...
Luar Negeri
Trump Klaim Aset Iran yang ...
Daerah
Polresta Banjarmasin Bantu ...
Petakan Musim Kemarau di Sumsel, Simak Peta Perkembangannya dari BMKG

Petakan Musim Kemarau di Sumsel, Simak Peta Perkembangannya dari BMKG

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.