Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Boyolali Kembangkan Biogas dari Kotoran Hewan Ternak dan Eceng Gondok

📅 Kamis, 13 Nov 2025, 13:58 WIB | Oleh:
Warga Boyolali Kembangkan Biogas dari Kotoran Hewan Ternak dan Eceng Gondok Doc: antara foto
Ket. Pembuatan biogas di Boyolali.

SEMARANG - Kelompok masyarakat binaan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah di Boyolali, Jawa Tengah, sukses membuat biogas yang berasal dari sebelumnya dinilai tidak berharga, yaitu kotoran sapi dan kambing hingga tanaman liar seperti eceng gondok.

"Kami sudah manfaatkan untuk kompor. Jadi, mengubah kemarin pakai BBM diganti dengan biogas," kata Pendamping Kelompok Pandawa Patra Haryono, dalam pernyataan di Semarang, Rabu (12/11).

Kelompok Pandawa Patra yang berada di Desa Keposong, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, adalah beranggotakan para penyandang difabel.

"Sudah bisa dimanfaatkan tapi kemarin setelah riset limbah kita kombinasikan dengan kotoran kambing, hasilnya lebih bagus," katanya.

Menurut dia, limbah tak termanfaatkan menjadi permasalahan masyarakat saat itu sehingga bersinergi dengan Pertamina untuk mengolah limbah peternakan menjadi biogas.

Ia menjelaskan, dalam tiga bulan bisa menghasilkan produksi 370 karung limbah peternakan yang bisa diubah menjadi biogas.

Tak hanya mengubah limbah peternakan menjadi biogas, anggota juga dilatih untuk melakukan proses peternakan yang lebih baik.

Kelompok masyarakat lainnya yang dibina PT Pertamina Patra Niaga Regional JBT adalah Pokmas Ngudi Tirto Lestari di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali yang berhasil mengembangkan eceng gondok menjadi biogas.

Anggota Pokmas Ngudi Tirto Lestari Dalmanto menjelaskan bahwa gulma eceng gondok di Waduk Cengklik, Kabupaten Boyolali, merusak alat tangkap ikan dan keramba hingga membuat ikan mati sehingga akhirnya diolah menjadi biogas.

"Prosesnya kami ambil batang dan daun. Akar kita pisahkan. Setelah itu kita masukkan di portable IPAL. Kami fermentasi selama 21 hari dan terjadi gas," katanya.

Dalam prosesnya, gas dari gigester dialirkan ke ban bekas untuk menyimpan biogas dan sudah bisa digunakan untuk memasak dengan disambungkan ke kompor.

"Setelah kami mendapatkan ilmu dari Pertamina Patra Niaga bagaimana eceng gondok ini bermanfaat, kami mendapatkan ilmu, kami olah menjadi listrik dan pupuk," katanya.

Sementara itu, Aviation Fuel Terminal (AFT) Adi Sumarmo Pertamina Patra Niaga Hendra Permana Hermanto membenarkan bahwa gulma eceng gondok menyulitkan masyarakat sekitar.

Ia memaparkan gulma dari eceng gondok di Waduk Cengklik itu menyebabkan eutrofikasi dan sedimentasi ketika dibiarkan, bahkan mengganggu ekosistem di bawahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.