Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

India akan Terus Beli Minyak Russia Meski Diancam Trump

📅 Minggu, 03 Agu 2025, 11:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
India akan Terus Beli Minyak Russia Meski Diancam Trump Doc: AP
Ket. Kilang minyak Reliance Industries Limited di Jamnagar, Gujarat, India, pada 17 Juni 2021.

NEW DELHI - India akan terus membeli minyak dari Russia, meskipun ada ancaman hukuman dari Presiden AS Donald Trump, kata dua sumber pemerintah India, yang berbicara dengan syarat anonim karena masalah sensitif.

"Ini kontrak minyak jangka panjang," kata salah satu sumber. "Tidak mudah untuk berhenti membeli begitu saja."

Bulan lalu, Trump mengindikasikan dalam sebuah unggahan di Truth Social bahwa India akan menghadapi sanksi tambahan atas pembelian senjata dan minyak Russia. Pada Jumat (1/8), Trump mengatakan kepada para wartawan, ia telah mendengar India tidak akan lagi membeli minyak dari Russia.

The New York Times pada Sabtu (2/8) mengutip dua pejabat senior India yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan tidak ada perubahan dalam kebijakan pemerintah India, sementara seorang pejabat mengatakan pemerintah "tidak memberikan arahan apa pun kepada perusahaan minyak" untuk mengurangi impor dari Russia.

Reuters minggu ini melaporkan kilang minyak negara India berhenti membeli minyak Rusisa minggu lalu setelah diskon menyempit pada bulan Juli.

Kemitraan yang Teruji Waktu

"Mengenai kebutuhan sumber energi kami ... kami melihat apa yang tersedia di pasar, apa yang ditawarkan, dan juga bagaimana situasi atau keadaan global yang berlaku," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, kepada wartawan dalam sebuah pengarahan rutin, Jumat.

Jaiswal mengatakan India memiliki "kemitraan yang stabil dan teruji waktu" dengan Russia, dan hubungan New Delhi dengan berbagai negara berdiri sendiri dan tidak boleh dilihat dari sudut pandang negara ketiga.

Penyuling India mengurangi pasokan minyak mentah Russia karena diskon menyusut ke level terendah sejak 2022, ketika sanksi Barat pertama kali dijatuhkan pada Moskow, akibat ekspor Russia yang lebih rendah dan permintaan yang stabil, kata sumber awal pekan ini.

Perusahaan penyulingan minyak negara itu - Indian Oil Corp, Hindustan Petroleum Corp, Bharat Petroleum Corp dan Mangalore Refinery Petrochemical Ltd - belum mencari minyak mentah Russia dalam seminggu terakhir atau lebih, empat sumber yang mengetahui rencana pembelian perusahaan penyulingan tersebut mengatakan kepada Reuters.

Ancaman Tarif 100 Persen

Pada 14 Juli, Trump mengancam akan mengenakan tarif 100 persen kepada negara-negara yang membeli minyak Russia, kecuali Moskow mencapai kesepakatan damai besar dengan Ukraina. Russia adalah pemasok utama minyak India, yang bertanggung jawab atas sekitar 35 persen dari total pasokan minyak India.

Russia terus menjadi pemasok minyak utama ke India selama enam bulan pertama tahun 2025, menyumbang sekitar 35 persen dari keseluruhan pasokan India, diikuti oleh Irak, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

India, importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, menerima sekitar 1,75 juta barel minyak Russia per hari pada Januari-Juni tahun ini, naik 1 persen dari tahun lalu, menurut data yang diberikan kepada Reuters oleh beberapa sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pemkot Kembali Gelar Bulan Belanja Bandung 2026

51 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Kembali Gelar Bulan ...
Daerah
Mahasiswa UB Asal Madagaska...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.