Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Seru Nih, Polisi Terima Setoran dari Toko Obat Ilegal Ditangani Propam

📅 Jumat, 01 Agu 2025, 00:55 WIB | Oleh:
Seru Nih, Polisi Terima Setoran dari Toko Obat Ilegal Ditangani Propam Doc: ist
Ket. rupiah

JAKARTA – Kabar adanya polisi yang menerima setoran, bukan isapan jempol. Hal ini dibenarkan Kepolisian Sektor (Polsek) Cipayung. Kapolsek Cipayung Kompol Dwi Susanto membenarkan kabar tentang dugaan oknum anggota Polres Metro Jakarta Timur menerima setoran dari toko obat ilegal di kawasan Cipayung.

"Jadi, memang terkait video yang viral, betul itu anggota Pores Metro Jakarta Timur," kata Kapolsek Cipayung Kompol Dwi Susanto saat konferensi pers di Mapolsek Cipayung, Jakarta Timur, Kamis. Oknum anggota tersebut saat ini telah ditangani oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Metro Jakarta Timur.

"Sekarang sudah diproses lebih lanjut, ditangani oleh seksi profesi dan pengamanan Polres Metro Jakarta Timur," ujar Dwi. Saat ditanya lebih lanjut, Dwi enggan menyebutkan lebih lanjut mengenai jumlah setoran yang diterima oknum tersebut dari pemilik toko obat ilegal.

"Terkait jumlah nanti. Itu urusannya dengan Propam Polres Metro Jakarta Timur. Kami menangani kasus tindak pidana saja," ucap Dwi. Sebelumnya, seorang pria yang diduga menjual obat terlarang ditangkap warga di Jalan Raya TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Sabtu (26/7). Penangkapan penjual obat itu direkam dan viral di akun Instagram @kabarcibubur24jam.

Video tersebut memperlihatkan penjual obat yang tengah mengaku rutin menyetor uang kepada oknum polisi. "Setiap bulan setor berapa?" tanya perekam video di akun Instagram @kabarcibubur24jam.

"100.000 ke Anggoro. Ada chat-nya, Pak. Tidak diangkat pas ditelepon," ucap terduga pelaku. Perekam video tampak tidak percaya. Namun, pelaku tetap mengklaim dirinya menyetor uang ke oknum polisi. "Benar, Pak. Anggoro, dari Polres Metro Jakarta Timur," ungkap terduga pelaku.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal memastikan tengah menyelidiki dugaan anggotanya yang terlibat penjual obat terlarang. "Sedang kami lakukan penyelidikan ke pengamanan internal atau paminal. Nanti perkembangan akan kami informasikan," ucap Alfian.

Sementara itu, kasus lain, Kompol Dwi mengungkapkan, saat ini polisi memeriksa empat saksi terkait kasus pembuangan jasad bayi dalam karung di Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (30/7) sore. "Saksi sudah kami periksa sebanyak empat orang untuk menyelidiki siapa sebenarnya pelaku yang membuang jasad bayi," kata Dwi Susanto.

Empat saksi tersebut merupakan warga sekitar yang berada di tempat kejadian perkara (TKP). "Iya semuanya warga sekitar. Mereka ada di TKP, melihat langsung juga jasad bayi yang dibungkus karung," ujar Dwi.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, empat saksi tersebut belum ada petunjuk kuat terkait identitas pelaku. "Ya memang keterangan warga sempat menyebut ada orang mencurigakan di lokasi, tapi di sana tidak ada CCTV jelas, jadi masih kami dalami," jelas Dwi.

Kompol Dwi menyebut, kondisi bayi yang belum membusuk dan kulitnya membiru menandakan bayi tersebut telah meninggal dua hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.