Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Optimasi Lahan Rawa di Desa Kayu Rabah

📅 Jumat, 01 Agu 2025, 17:25 WIB | Oleh:
Optimasi Lahan Rawa di Desa Kayu Rabah Doc: Antara
Ket. Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, Samsul Rizal (kiri) saat memimpin penanaman padi perdana optimasi lahan rawa di Desa Kayu Rabah, Kecamatan Pandawan, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Kamis (31/7/2025).

Barabai, Kalsel - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menanam perdana padi terkait program Optimasi Lahan Rawa (Opla) di Desa Kayu Rabah, Kecamatan Pandawan.

"Pengembangan sektor pertanian di lahan rawa merupakan langkah strategis untuk mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional," kata Bupati HST Samsul Rizal di Barabai, Jumat.

Ia menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremoni, namun wujud nyata komitmen pemerintah daerah mengubah lahan marginal menjadi lahan produktif.

Pemerintah, kata dia, akan memastikan petani mendapat pendampingan, dukungan teknis, dan fasilitas penunjang.

"Kita ingin setiap jengkal tanah ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Bupati Rizal mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat gotong royong dalam membangun sektor pertanian.

Ia menyampaikan lahan rawan tidak hanya simbol ketahanan pangan, tetapi sebagai sumber kesejahteraan bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten HST Agustian menyebutkan program Opla 2024 mengalokasikan 1.850 hektare lahan untuk dioptimalkan dengan mayoritas sekitar 1.550 hektare berada di wilayah Kecamatan Pandawan yang mencakup sembilan desa.

“Ini capaian luar biasa, mengingat sebagian besar lahan ini tidak aktif sejak 2018,” ujarnya.

Untuk mendengar langsung keluhan dan aspirasi petani, Pemkab HST juga menggelar diskusi lapangan di lokasi tanam, terutama terkait persoalan pengairan, tanggul jebol, pembangunan pintu air, hingga infrastruktur jalan dan jembatan usaha tani.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Forkopimda HST, perwakilan dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan RI, Balai BRMP Rawa Kalsel, Balai Wilayah Sungai Kalimantan, serta para penyuluh, tokoh masyarakat, dan petani setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Ratusan Wanita dan Anak-ana...
Luar Negeri
Vaksin Diabetes dengan Tiga...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.