Tottenham Bisa Rugi Besar Jika Jual Son Heung-min ke MLS, LAFC Makin Dekat Capai Kesepakatan
📅 Rabu, 30 Jul 2025, 08:43 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
LONDON — Masa depan Son Heung-min di Tottenham Hotspur kian mengambang jelang ditutupnya bursa transfer musim panas. Klub Major League Soccer (MLS), Los Angeles FC, dilaporkan tengah mengebut negosiasi untuk memboyongkapten tim Spurs itu ke Amerika Serikat, di tengah minimnya minat dari klub-klub top Eropa.
Penyerang berusia 33 tahun itu kini memasuki tahun terakhir dalam kontraknya bersama Tottenham. Hingga kini belum ada indikasi perpanjangan, dan meskipun pelatihThomas Frank sempat menyebut Son akan tetap bertahan untuk musim 2025-26, pihak klub dikabarkan tidak akan menghalangi jika ia memilih hengkang.
Menurut laporan GIVEMESPORT, LAFC semakin dekat mencapai kesepakatan personal dengan Son. Klub asal California tersebut optimistis bisa merampungkan transfer sebelum bursa ditutup. Namun, LAFC bukan satu-satunya peminat. Klub-klub Arab Saudi juga terus memantau situasi dan dikabarkan siap mengajukan tawaran senilai40 juta dollar AS (sekitar 650 miliar rupiah) termasuk bonus, untuk mengamankan jasa Son.
Jika Tottenham menerima tawaran senilai 650 miliar rupiah itu, mereka secara teknis tetap untung—mengingat Son dibeli dari Bayer Leverkusen pada tahun 2015 seharga 30 juta euro (sekitar 540 miliar rupiah).. Namun, secara nilai komersial dan emosional, kehilangan Son bisa menjadi pukulan telak bagi klub London Utara tersebut.
Dalam satu dekade terakhir, Son telah mencatat 173 gol dari 454 penampilan dan menempatkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak kelima sepanjang sejarah Spurs, hanya kalah dari legenda seperti Harry Kane (280), Jimmy Greaves (268), Bobby Smith (208), dan Martin Chivers (174). Musim lalu, meski dianggap menurun, ia tetap menyumbang 11 gol dan 12 assist serta mempersembahkan trofi Liga Europa, gelar pertamanya bersama Spurs.
Sebaiknya Anda baca juga:
Yang membuat situasi makin rumit, Son saat ini tengah mengikuti tur pramusim Spurs di Asia. Setelah menghadapi Arsenal di Hong Kong pada hari Kamis (1/8), mereka dijadwalkan bertanding melawan Newcastle United di Seoul, Korea Selatan, pada tanggal 3 Agustus.
Laporan menyebut bahwa Son secara kontraktual wajib tampil dalam laga di Seoul. Bila ia dijual sebelum pertandingan tersebut, Tottenham diperkirakan akan kehilangan potensi pemasukan komersial bernilai besar dari sponsor dan hak siar, kerugian yang tak sepadan dengan nilai transfernya.
Tottenham sejauh ini belum mengambil keputusan resmi. Son dijadwalkan akan berdiskusi empat mata dengan Thomas Frank setelah tim kembali ke London. Hingga saat itu, peluang sang kapten untuk bertahan masih terbuka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan statusnya sebagai ikon global, khususnya di Asia, dan kontribusi jangka panjangnya untuk klub, Spurs kini berada di persimpangan penting: menjual Son demi keuntungan jangka pendek, atau mempertahankannya meski berisiko kehilangan secara gratis tahun depan.
Bagi Tottenham, keputusan ini bukan hanya soal angka, tapi juga tentang warisan, nilai brand, dan hubungan emosional dengan jutaan penggemar di seluruh dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!