Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Skema insentif India Menjadi Jalan untuk Penuhi Ambisi Global Apple

📅 Rabu, 30 Jul 2025, 21:53 WIB | Oleh:

Bahkan jika risiko geopolitik (seperti usulan tarif Trump) terwujud, PLI membuat India cukup hemat biaya sehingga tetap menarik . Pemerintah juga telah memperluas skema tersebut untuk mencakup komponen, semikonduktor, dan perangkat keras TI , yang selanjutnya menguntungkan strategi ekosistem jangka panjang Apple.

"PLI bukan sekadar subsidi. Ini merupakan sinyal strategis bagi perusahaan global bahwa India terbuka untuk manufaktur berteknologi tinggi," ujar Rajeev Chandrasekhar, Menteri Elektronika dan TI, dalam sebuah forum publik baru-baru ini.


Skema PLI merupakan inti dari strategi Apple di India. Skema ini tidak hanya mengurangi biaya produksi, tetapi juga memberi perusahaan basis jangka panjang dalam ekonomi yang stabil secara geopolitik dan sedang berkembang. Bagi India, skema ini menguntungkan semua pihak—ekspansi Apple memperkuat ekspor, transfer teknologi, dan partisipasi UMKM.

Salah satu alasan terbesar Apple meningkatkan skala bisnisnya di India adalah efisiensi biaya yang luar biasa . Menurut perkiraan dari Global Trade Research Initiative (GTRI):

Biaya produksi iPhone di India: Sekitar 30–40 dolar AS untuk tenaga kerjaBiaya produksi di AS: Sekitar 390–400 dolar AS. Penghematan per perangkat (bahkan setelah insentif PLI): Lebih dari 300 dolar AS

Ketika Apple mengirimkan ponsel buatan India ini ke seluruh Eropa, Asia, dan Timur Tengah, ia menikmati penghematan besar per unit , meningkatkan margin tanpa mengorbankan kualitas atau kecepatan.

Selain itu, pengembalian uang tunai PLI pada penjualan dapat mengurangi biaya operasional, sehingga Apple dapat menetapkan harga lebih kompetitif atau meningkatkan profitabilitas di segmen kelas menengah dan premium.

Dampak tarif Trump 

Pernyataan kampanye Presiden AS Donald Trump yang mengusulkan  tarif 25 persen untuk iPhone yang tidak diproduksi di AS telah menjadi berita utama global. Namun, bagi strategi Apple di India, ancaman ini signifikan secara visual tetapi dampaknya terbatas.

Bahkan setelah tarif 25 persen , iPhone buatan India akan tetap 250–270 dolar AS lebih murah daripada buatan AS.

Apple tidak mungkin mengalihkan produksi kembali ke AS , di mana infrastruktur, biaya tenaga kerja, dan ekosistem komponen belum begitu berkembang.

AS hanyalah satu bagian dari teka-teki global — iPhone buatan India juga ditujukan untuk Eropa, Asia, Timur Tengah, dan Afrika, di mana tarif semacam itu tidak berlaku.

Jadi, meskipun pernyataan Trump mungkin menambah tekanan politik, logika ekonomi di balik keunggulan manufaktur India tetap utuh . Apple diperkirakan akan terus berinvestasi di India terlepas dari iklim tarif AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Open Base Lanud Hang Nadim

16 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Open Base Lanud Hang Nadim
Ekonomi
Pemasangan jaring untuk pro...
Nasional
Kapal Qi Jiguang dan Kunlun...

Karapan sapi di Bangkalan Madura

20 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Karapan sapi di Bangkalan M...
Rona
Pameran seni rupa karya sen...
Megapolitan
Pendaftaran Kartu Layanan G...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Megapolitan
Pemprov DKI hentikan sistem...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.