Pembayaran Devisa Hasil Ekspor ke Dalam Negeri Kurang Optimal
📅 Rabu, 30 Jul 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiKondisi itu berisiko menekan nilai tukar rupiah, karena pasokan valas berkurang. Lalu, mengganggu stabilitas neraca pembayaran, kemudian menghambat penguatan cadangan devisa negara.
Perbankan juga tidak mendapatkan suplai DHE seperti yang diperkirakan, sehingga menurunkan kapasitas pembiayaan sektor riil dalam mata uang asing.
Kemudian, menimbulkan volatilitas pasar keuangan, terutama jika investor melihat arus devisa sebagai indikator ketahanan eksternal.
Pemerintah jelasnya perlu meningkatkan fleksibilitas kebijakan DHE, sambil memperkuat sistem mitigasi risiko terhadap keterlambatan pembayaran global. Pemerintah juga perlu melakukan diversifikasi mitra dagang, mengurangi ketergantungan pada pembeli dengan risiko gagal bayar tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, peneliti Ekonomi Core, Yusuf Rendi Manilet mengatakan, memang, dalam praktiknya, siklus ekspor mulai dari kontrak, pengiriman barang, hingga pembayaran tidak bisa dikatakan singkat. Namun ketika pembayaran dari pembeli luar negeri tertunda, efeknya langsung terasa pada aliran devisa ke dalam negeri.
“Saya pikir kondisi ini bukan sekadar isu teknis perdagangan internasional, tetapi juga bisa berdampak sistemik terhadap stabilitas eksternal Indonesia. Ketika DHE tertahan di luar negeri lebih lama, ketersediaan valas dalam negeri ikut terganggu. Ini bisa menekan posisi cadangan devisa, memperlemah nilai tukar, dan dalam jangka pendek memberi tekanan tambahan pada kebijakan moneter,” paparnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!