Final Piala Asean, Polesan Vanenburg Tak Jelas. Tim Tak Mampu Cetak Gol Bagaimana Mau Juara
📅 Rabu, 30 Jul 2025, 14:32 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Tak perlu menghitung laga lawan Brunei yang jauh di bawah kelas. Tapi melawan Filipina, Malaysia, Thailand dan Vietnam jelas memperlihatkan polesan Gerald Vanenburg untuk tim U-23 Indonesia tak begitu jelas polanya. Mereka bermain monoton, kurang variasi dan malah tampak “minder” saat melawan Vietnam, sehingga terus dipressing dan tak mampu bergerak.
Mereka jelas tak sebuah tim yang mandul. Tak mampu mencetak gol bagaimana mau juara. Lawan Filipina hanya gol lembaran. Itu pun bunuh diri. Lawan Malaysia tanpa gol. Lawan Thailand ada unsur kebetulan bisa menyamakan kedudukan. “kebetulan” karena bukan skema serangan, tapi tendangan sudut.
Lawan Vietnam lebih kacau lagi. Setiap Indonesia membawa bola selalu dipressing sehingga tak berkutik. Strategi pressing ini luar biasa efektif bagi Vietnam untuk mematikan bola dari Indonesia. Sebaliknya, Indonesia tak mampu memperagakan pressing seperti dilakukan lawan.
Vanenburg juga mengakui, timnya tumpul. “Kalau bicara yang perlu ditingkatkan, kami tidak mencetak banyak gol. Jadi kami harus memikirkan cara mencetak lebih banyak gol. Itulah pertanyaannya, karena permainan dan rencana kami sebenarnya sudah oke,” ujar Vanenburg.
“Tapi dalam sepak bola, kamu harus mencetak gol. Dan menurut saya, kami harus meningkatkan aspek itu, bukan hanya cara bermainnya. Kami baru menjalani pramusim selama tiga pekan, lalu bermain beberapa pertandingan, dan hasilnya cukup baik. Satu hal yang harus kami pikirkan adalah cara mencetak gol,” lanjut dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Vanenburg pun tidak mau menyalahkan pemain-pemainnya secara khusus terkait kurang tajamnya mereka. “Kalau saya mau menyampaikan sesuatu, saya akan menyampaikannya langsung kepada pemain, bukan menyalahkan mereka di depan publik. Kami menang bersama dan kalah bersama, itulah sepak bola,” pungkas dia.
Sebelumnya, permainan tim Indonesia mendapat kritik keras legenda hidup sepak bola Indonesia Rully Nere. Rully memberikan kritikan keras untuk permainan timnas U-23 Indonesia saat dikalahkan timnas U-23 Vietnam 0-1 (Nguyen Cong Phuong 37') pada laga final Kejuaraan Asean U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa.
Dalam kritikannya, mantan pesepak bola yang kini berusia 68 tahun itu menilai Garuda Muda terlalu terbawa permainan lawan, sehingga permainan apik yang mereka tampilkan pada laga sebelumnya tak kelihatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pertandingan kemarin, kalau saya lihat, anak-anak bukan fokus ke permainan, tapi fokus ke lawan. Akhirnya jadi tidak jalan," kata Rully yang pernah berseragam timnas senior sebanyak 38 kali itu, saat ditemui wartawan setelah pertandingan di SUGBK, Selasa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!