Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenbud Pugar Situs Gunung Padang Mulai 2025

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 19:36 WIB | Oleh:
Kemenbud Pugar Situs Gunung Padang Mulai 2025 Doc: ANTARA/Paramayuda
Ket. Situs Megalitik Balok batuan Andesit penyusun situs Megalitik Gunung Padang terhampar di pelataran situs di desa Karya Mukti, Cempaka, Cianjur, Jawa Barat.

BANDUNG - Kementerian Kebudayaan RI memastikan bahwa proses pemugaran situs megalitikum Gunung Padang di Kabupaten Cianjur Jawa Barat akan dimulai pada tahun 2025 ini secara bertahap.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Bandung Jawa Barat Selasa (29/7), menyampaikan bahwa selain pemugaran, kajian ilmiah terhadap situs prasejarah tersebut juga akan dilanjutkan, sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan warisan budaya nasional.

“Ya, tahun ini rencananya untuk situs Gunung Padang kita lanjutkan. Studinya, kemudian pemugaran. Kita harapkan situs Gunung Padang bisa kita mulai pugar di tahun ini, ya bertahap,” ujar Fadli.

Menurut dia, kajian terhadap situs Gunung Padang tidak dimulai dari awal, karena sudah ada studi pendahuluan yang dilakukan sebelumnya.

“Jadi tidak memulai dari nol. Karena menurut saya ini jelas merupakan satu situs budaya, dan situs budaya seperti ini juga cukup banyak ditemukan di Jawa Barat, tapi mungkin Gunung Padang termasuk yang paling penting,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses pemugaran dan pengembangan situs Gunung Padang akan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, agar tetap menjaga keaslian dan nilai historisnya.

20250729193246_IMG_2021.jpeg

Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat memberikan keterangan pada kegiatan Pameran Nasional Pusaka Nusantara di Museum Sri Baduga Kota Bandung Jawa Barat, Selasa (29/7). Antara/Rubby Jovan.

Kajian dan penelitian situs yang dikabarkan telah ditemukan sejak tahun 1914 tersebut, kata Fadli, akan terus dilakukan.

Dia juga mengatakan, penelitian akan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Penelitian bisa dilanjutkan bekerja sama dengan BRIN. Karena riset adalah domain BRIN. Untuk pemugaran dari situs itu adalah domain Kementerian Kebudayaan. Kita akan coba pemugaran, tapi yang didasarkan pada kaidah dari kajian-kajian yang ada, yang kita lakukan untuk pemugaran," ujarnya.

Terkait dana pemugaran, ia mengatakan hal tersebut dapat diperoleh dari pendanaan kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta.

"Pendanaan bisa dengan skema public private partnership," tuturnya.

Diketahui, selama ini situs Gunung Padang yang terletak di Kampung Gunung Padang Desa Karyamukti Kabupaten Cianjur tersebut banyak memunculkan teori dan spekulasi.

Telah banyak predikat yang tersemat pada situs tersebut, mulai dari situs sejarah tertua di dunia, sumber peradaban tertua di dunia, hingga piramida tertua yang mengalahkan Piramida Giza Mesir. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

8 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

13 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...
Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...
Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.