Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Pramono Tinjau Waduk Pluit, Pastikan Kesiapan Cegah Banjir di Kawasan Strategis

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 12:35 WIB | Oleh:
Gubernur Pramono Tinjau Waduk Pluit, Pastikan Kesiapan Cegah Banjir di Kawasan Strategis Doc: Istimewa

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan peninjauan ke Waduk Pluit di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (29/7), guna memastikan kesiapan sistem antisipasi banjir menjelang musim hujan. Dalam kunjungannya, Pramono didampingi Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Jakarta, Afan Adriansyah, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, serta Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat.

Peninjauan tersebut difokuskan pada operasional rumah pompa Waduk Pluit yang memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan wilayah strategis ibu kota, termasuk Istana Negara. Gubernur menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur pengendali banjir agar air dapat segera surut saat terjadi curah hujan tinggi.

"Ini adalah waduk yang paling prioritas. Ada tiga pompa di sini yang melayani daerah VVIP, termasuk Istana Negara. Saya ingin melihat persiapan, tindakan, serta pencegahan dapat berjalan lebih baik. Dengan demikian, air dapat cepat surut," ujar Gubernur Pramono.

Gubernur juga meminta jajaran teknis dari Dinas SDA DKI Jakarta untuk memastikan seluruh peralatan penunjang pengendalian banjir tetap terawat dan berfungsi optimal. Ia menekankan pentingnya sinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup dalam pengelolaan sampah yang berpotensi menghambat kinerja pompa.

"Saya berpesan kepada Dinas SDA dan Dinas Lingkungan Hidup (terkait mengangkut sampah yang terjerat oleh pompa), ini tetap harus dirawat. Ini tolong dirawat, dijaga, supaya kalau ada apa-apa, kondisi Jakarta tetap dapat terkendali dengan baik," pungkasnya.

Sebagai informasi, Waduk Pluit memiliki sejarah panjang dalam pembangunan tata air Jakarta. Kawasan ini awalnya merupakan rawa-rawa yang dikembangkan sebagai sistem polder tertutup sejak tahun 1960 melalui Keputusan Peperda No. 387 Tahun 1960. Pengembangan berlanjut pada 1971 dengan perluasan ke Jelambar dan Pejagalan, dan menjadi kawasan hunian modern serta kawasan industri pada tahun 1976. Waduk ini akhirnya selesai dibangun secara resmi pada tahun 1981.

Kini, Waduk Pluit memiliki luas area tangkapan air mencapai 2.779 hektare dan dilengkapi dengan 10 unit pompa yang memiliki kapasitas aliran masing-masing sebesar 15 meter kubik per detik. Pompa-pompa tersebut terbagi dalam tiga sisi, yakni sisi timur (3 unit), sisi tengah (4 unit), dan sisi barat (3 unit).

Dinas SDA DKI Jakarta secara berkala melakukan perawatan dan pengerukan lumpur di area waduk. Sepanjang tahun 2022, volume lumpur yang berhasil dikeruk mencapai 35.758 meter kubik dan meningkat menjadi 44.800 meter kubik pada tahun 2023. Selain itu, eceng gondok yang menghambat aliran air juga dibersihkan hingga mencapai volume 5.000 meter kubik.

Langkah-langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemprov DKI Jakarta untuk menghadapi musim penghujan dengan kesiapsiagaan penuh, demi meminimalisasi potensi banjir di wilayah vital ibu kota.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Mahasiswa Kedokteran UNNES ...

Lotus Care Jadi Layanan Unggulan untuk Tuberkulosis

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Lotus Care Jadi Layanan Ung...

UI Tuan Rumah Rakor Humas Protokol Perguruan Tinggi

57 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Rona
UI Tuan Rumah Rakor Humas P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.