Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tata Kelola Fiskal RI Masih Kerap Diselimuti Kabut

📅 Senin, 28 Jul 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tata Kelola Fiskal RI Masih Kerap Diselimuti Kabut Doc: istimewa
Ket. Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati saat menerima kunjungan Direktur ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO), Yasuto Watanabe menegaskan komitmen Indonesia menjaga kredibilitas dan reputasi fiskal di tengah gejolak geopolitik.

JAKARTA - Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati saat menerima kunjungan Direktur ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO), Yasuto Watanabe menegaskan komitmen Indonesia menjaga kredibilitas dan reputasi fiskal di tengah gejolak geopolitik.

Dalam pertemuan itu membahas sejumlah tantangan strategis yang dihadapi kawasan ASEAN di tengah ketidakpastian ekonomi global yang makin kompleks akibat dinamika geopolitik, utamnya yang berkaitan dengan kebijakan Amerika Serikat (AS).

Keduanya pun sepakat ketidakpastian saat ini memberi tekanan besar terhadap stabilitas sektor keuangan dan perdagangan internasional.

Dari Yogyakarta, pengamat ekonomi dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata menegaskan bahwa kredibilitas dan reputasi fiskal Indonesia akan sangat menentukan kemampuan negara dalam bertahan dan menjalin kerja sama internasional.

“Kredibilitas dan reputasi fiskal pada intinya adalah soal kedisiplinan dalam mengelola penerimaan dan pengeluaran negara. Ini menuntut kerangka fiskal yang terukur dan transparan,” kata Aloysius kepada Koran Jakarta, Minggu (27/7).

Hingga kini, tata kelola fiskal Indonesia masih menyimpan sejumlah persoalan mendasar. “Bagaimana beban pajak didistribusikan, atau bagaimana alokasi anggaran dilakukan, sering masih diselimuti kabut. Semula disebut efisiensi, tapi ternyata adalah realokasi dengan sasaran yang menimbulkan kontroversi,” katanya.

Situasi ini, lanjutnya, menciptakan ketidakpastian dan mengikis kepercayaan pelaku ekonomi terhadap arah kebijakan negara.

Ketika kredibilitas fiskal melemah kata Aloysius, maka dampaknya bukan hanya pada pasar domestik, tetapi juga memperlemah posisi Indonesia dalam mencari mitra atau bantuan internasional, termasuk dari kawasan regional seperti ASEAN. Ia mengingatkan bahwa dalam situasi global yang kian terfragmentasi akibat rivalitas geopolitik dan perubahan struktur ekonomi dunia, negara tanpa kredibilitas fiskal akan kehilangan posisi tawar.

“Oleh karena itu, gejolak global yang kini terjadi semestinya menjadi momentum bagi pemerintah untuk tidak sekadar responsif, tetapi juga reflektif. Sudah waktunya kita benar-benar mengurusi kredibilitas maupun reputasi fiskal secara menyeluruh,” tutup Aloysius.

ASEAN Ikut Bergejolak

Diminta terpisah, Peneliti Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda mengatakan, fokus global saat ini menuju ke kondisi regional ASEAN yang sedang bergejolak.

Ada perang antara Thailand-Kamboja, dan juga protes besar di Malaysia yang menuntut Anwar Ibrahim mundur dari kursi Perdana Menteri. “Kondisi ini bisa menyulut ketidakpastian ekonomi di ASEAN, terkait dengan perdagangan antar negara ASEAN,” kata Nailul.

Indonesia sebagai salah satu anggota, juga akan terimbas dari sisi permintaan perdagangan karena Thailand juga salah satu mitra dagang Indonesia.

Maka memang yang harus dikuatkan adalah kondisi dalam negeri yang dijaga agar selalu kondusif. Salah satunya dengan menjaga daya beli masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.