Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Nur Rachmat Yuliantoro Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Soroti Kompleksitas Utang BRI Tiongkok di Indonesia

📅 Minggu, 27 Jul 2025, 14:45 WIB | Oleh:
Nur Rachmat Yuliantoro Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Soroti Kompleksitas Utang BRI Tiongkok di Indonesia Doc: Dok. UGM

Yogyakarta — Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi mengukuhkan Prof. Dr. Nur Rachmat Yuliantoro sebagai Guru Besar dalam bidang Pembangunan Internasional di Asia Timur, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Kamis (24/7), di Balai Senat UGM. Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Isu ‘Jebakan Utang’ dalam Pembiayaan Proyek-Proyek Belt and Road Initiative (BRI) Tiongkok di Indonesia: Sebuah Kajian Terbuka tentang Kompleksitas dan Tantangan”, Nur menyoroti pentingnya memahami dinamika utang luar negeri Indonesia kepada Tiongkok secara lebih kritis dan menyeluruh.

“Utang luar negeri Indonesia kepada Tiongkok bisa kita baca sebagai sebuah ‘simpul Gordian’, yang mencerminkan keterikatan kompleks antara ketergantungan ekonomi, tantangan kedaulatan wilayah, dan kepentingan politik elite domestik,” tegas Nur dalam orasinya.

Menurutnya, isu pembangunan internasional dewasa ini tidak dapat dipahami hanya dalam kerangka nominal utang atau perhitungan finansial semata. Ia mengajak publik dan para pembuat kebijakan untuk melihat lebih dalam bagaimana relasi pembangunan dibentuk oleh konteks geopolitik, sejarah kolonialisme, dan struktur ketimpangan global. “Pembangunan bukan sekadar proyek teknokratik, tapi juga merupakan refleksi atas nilai, sejarah, dan budaya. Dalam konteks ini, dekolonisasi telah menjadi kata kunci dalam paradigma pembangunan kontemporer,” jelasnya.

Nur Rachmat juga menyoroti Belt and Road Initiative (BRI) sebagai kebijakan strategis Tiongkok dalam mendorong kerja sama pembangunan lintas negara. Ia mengingatkan agar wacana publik tidak langsung menilai BRI sebagai bentuk hegemoni baru dari Tiongkok, melainkan sebagai peluang kerja sama yang dapat dimanfaatkan secara konstruktif oleh negara berkembang, termasuk Indonesia.

“BRI telah melibatkan lebih dari 150 negara dengan nilai pembiayaan mencapai 1,6 triliun dolar AS. Ini mencerminkan skala ambisius yang bisa membuka jalan baru bagi pembangunan global yang lebih setara, asalkan dikelola dengan tata kelola yang kuat dan strategi nasional yang jelas,” paparnya.

Pengukuhan Nur Rachmat Yuliantoro sebagai Guru Besar menjadi momen penting untuk mengangkat diskursus kritis mengenai relasi pembangunan Indonesia–Tiongkok serta menegaskan peran akademisi dalam menyuarakan kompleksitas tantangan global dari perspektif negara berkembang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.