Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menperin Agus Gumiwang Tekankan Industri Pengolahan Mendominasi Ekonomi RI di 2025

📅 Jumat, 06 Feb 2026, 08:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menperin Agus Gumiwang Tekankan Industri Pengolahan Mendominasi Ekonomi RI di 2025 Doc: Kemenperin
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa industri pengolahan berhasil mendominasi ekonomi Indonesia sepanjang 2025.

Penegasan ini merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan sektor tersebut menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan porsi 19,07 persen. ‎

Menperin dalam pernyataan dikutip di Jakarta, Jumat (6/2) menyampaikan kontribusi industri pengolahan terus menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir.‎

Pada 2023 sebesar 18,67 persen, naik menjadi 18,98 persen pada 2024, dan kembali meningkat pada 2025 menjadi 19,07 persen. ‎

Dari sisi pertumbuhan, kata dia kinerja sektor ini juga menguat signifikan. Setelah tumbuh 4,64 persen pada 2023 dan 4,43 persen pada 2024, sektor ini mencatatkan pertumbuhan 5,30 persen di tahun ini dengan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional menjadi yang terbesar dibanding sektor lain, yakni 1,07 persen. ‎

“Industri pengolahan tidak hanya menjadi kontributor terbesar tapi juga mendominasi pertumbuhan ekonomi nasional dibanding sektor lainnya,” ujar Menperin. ‎

Menurut dia, dominasi tersebut juga tercermin dari kinerja perdagangan luar negeri. Ekspor industri pengolahan tumbuh 1,73 persen pada 2023, meningkat menjadi 6,85 persen pada 2024, dan kembali naik menjadi 7,03 persen pada 2025.‎

Sebaliknya, impor barang dan jasa menunjukkan tren penurunan dalam periode yang sama, yakni minus 1,24 persen pada 2023, 8,15 persen pada 2024, dan turun menjadi 4,77 persen pada 2025.‎

“Jadi berdasarkan data BPS ini, terjadi kenaikan ekspor dan penurunan tren impor dalam 3 tahun terakhir, hal ini membuktikan bahwa penguatan struktur industri nasional sudah terjadi,” jelas Menperin.‎

Lebih lanjut, untuk menjaga dominasi dan kesinambungan pertumbuhan tersebut, Kementerian Perindustrian pada 2026 akan memperkuat integrasi industri kecil ke dalam rantai pasok industri besar dan industri dalam negeri, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo dalam mendorong pemerataan ekonomi.‎

“Sesuai arahan Bapak Presiden untuk memperkuat industri kecil. Kami akan meningkatkan integrasi industri kecil ke dalam rantai pasok industri nasional. Hal ini tidak saja untuk memperkuat kemandirian industri dalam negeri tapi juga untuk pemerataan ekonomi nasional,” tutur Agus.‎

Menperin menegaskan, sektor industri pengolahan kini ditempatkan sebagai motor utama transformasi ekonomi nasional menuju struktur yang lebih produktif dan berkelanjutan.‎

Ia juga menegaskan bahwa capaian tersebut menepis isu deindustrialisasi di Indonesia.

‎“Pada tahun 2025, industri pengolahan mengalami tantangan yang sangat berat, namun berkat arahan bapak Presiden melalui Astacita dan diterjemahkan ke dalam Strategi Baru Industri Nasional (SBIN), akhirnya industri pengolahan berhasil tumbuh kuat dan menutup tahun 2025 dengan mendominasi ekonomi nasional, kami juga menyampaikan apresiasi kepada pelaku dalam ekosistem industri yang terus menjaga optimisme untuk terus berproduksi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.