Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diplomasi ala Prabowo: Membangun Jembatan atau Hilang Arah?

📅 Jumat, 25 Jul 2025, 12:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Kebijakan era Adam Malik selaras dengan visi ekonomi Orde Baru yang menginginkan masuknya investasi dari negara-negara Barat untuk mendukung pembangunan Indonesia, dengan tetap menghindari intervensi di masa Perang Dingin.

Diplomasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga membawa semangat serupa. Lewat Bali Democracy Forum, pemerintah bermaksud membangun jembatan antara negara dengan demokrasi yang ‘dibangun dari rumah’ (home-grown democracy), termasuk Indonesia, dengan negara-negara demokrasi mapan seperti Australia dan Jepang.

Prabowo pun meneruskan semangat Indonesia sebagai “jembatan” antara negara-negara maju dan berkembang ini.

Dengan bergabung ke dalam BRICS, Indonesia berharap bisa menjadi penyeimbang antara kekuatan AS dan Cina.

Jembatan yang tidak jelas arahnya

Konteks global saat ini dibanding era Suharto maupun Yudhoyono sudah jauh berubah. Di era Adam Malik, dunia terpecah dua (Blok Barat dan Blok Timur). Sementara dunia di era SBY didominasi oleh tatanan internasional liberal.

Saat ini, dunia telah menjadi arena yang multipolar dengan beragam aktor yang berbeda, bukan sedang diisi dengan kompetisi antara AS-Cina, atau antara G7 dan BRICS saja.

Dunia multipolar diwarnai oleh bangkitnya negara-negara yang dianggap “kekuatan baru” (rising powers) seperti India, Turki, Pakistan, blok kolektif seperti Uni Eropa.

Ada juga inisiatif-inisiatif baru seperti Shanghai Cooperation Organization atau kelompok The Hague untuk Gaza.

Banyak dari kekuatan ini membawa kepentingan dan agenda yang tidak selalu sejalan dengan Indonesia.

Sementara itu, narasi normatif “membangun jembatan” serta semangat solidaritas Selatan-Selatan, visi inklusif, dan menjaga keseimbangan, hanya berhenti sampai retorika belaka tanpa mempertimbangkan tatanan dunia yang berubah.

Ketika dihadapkan pada persoalan taktis tarif dagang dari AS, misalnya, diplomasi pemerintah kita bergeser dari narasi normatif menjadi diplomasi transaksional jangka pendek.

Kesepakatan perdagangan dengan Trump mungkin bisa mengurangi tarif dan memperlancar akses ekspor. Namun, Indonesia juga harus menghadapi risiko ekonomi berupa masuknya barang AS dengan harga murah.           

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

HP Luncurkan Laptop OmniBook 5

25 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
HP Luncurkan Laptop OmniBook 5
Advertisement
Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.