Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Palangka Raya Tingkatkan Peran Pokmasawas Cegah Ilegal Fishing

📅 Kamis, 24 Jul 2025, 17:29 WIB | Oleh:
Pemkot Palangka Raya Tingkatkan Peran Pokmasawas Cegah Ilegal Fishing Doc: ANTARA/Rendhik Andika
Ket. Seorang nelayan di kawasan Sungai Sabangau Palangka Raya.

PALANGKA RAYA - Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), meningkatkan peran Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmasawas) Perikanan dalam upaya mencegah penangkapan ikan ilegal (ilegal fishing) di wilayah perairan setempat.

"Kami terus melakukan berbagai upaya, yang salah satunya melalui koordinasi, pembinaan masyarakat terutama pokmasawas setempat, dalam mengawasi sumber daya perikanan di Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu," kata Kepal Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Indriarti Ritadewi di Palangka Raya, Kamis (24/7).

Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif menjaga kelestarian perairan, terutama pada musim kemarau, yang rawan terjadi praktik penangkapan ikan secara ilegal.

Indriarti mengatakan pengawasan terhadap sumber daya perairan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, tetapi menjadi kewajiban bersama masyarakat.

“Kita semua memiliki peran dalam menjaga kelestarian sungai dan danau, karena dampaknya kembali kepada kita sendiri,” kata Indriarti.

Musim kemarau, lanjutnya, sering menyebabkan penurunan permukaan air sungai dan danau, sehingga aktivitas masyarakat dalam mencari ikan meningkat.

Situasi ini, lanjutnya, kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan penangkapan dengan cara yang merusak, seperti menggunakan setrum, racun, atau bahan peledak.

“Di sinilah peran penting pokmaswas dan masyarakat secara umum untuk mengawasi lingkungan sekitar. Penggunaan alat tangkap ilegal bukan hanya melanggar hukum, tapi juga merusak habitat ikan dan menurunkan produktivitas perikanan jangka panjang,” ucapnya.

Indriarti juga mengimbau masyarakat untuk tidak tergoda oleh hasil instan dari praktik ilegal fishing. Ia menyebut kerusakan ekosistem akan berdampak langsung pada berkurangnya sumber penghidupan nelayan dan masyarakat lokal.

“Kalau sumber dayanya habis, yang pertama merugi adalah masyarakat itu sendiri. Maka mari kita pelihara alam kita dengan bijak dan bertanggung jawab,” ucapnya.

Pihaknya akan terus membina dan memperluas jangkauan kelompok pengawas di wilayah-wilayah strategis, sembari membangun kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah kelurahan, tokoh adat, serta aparat penegak hukum.

“Keberhasilan pengawasan berbasis masyarakat sangat ditentukan oleh kolaborasi. Pokmaswas adalah garda depan, tetapi peran aktif warga, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan sangat menentukan,” katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.