Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Darurat Sampah Bogor Raya, DPRD Jabar Bidik Anggaran Rp20 Miliar untuk Optimalkan TPPAS Lulut-Nambo

25 Jumat, 06 Feb 2026, 04:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Atasi Darurat Sampah Bogor Raya, DPRD Jabar Bidik Anggaran Rp20 Miliar untuk Optimalkan TPPAS Lulut-Nambo Atasi Darurat Sampah Bogor Raya, DPRD Jabar Bidik Anggaran Rp20 Miliar untuk Optimalkan TPPAS Lulut-Nambo Doc: Antara
Ket. Komisi IV DPRD Jawa Barat berdiskusi usai meninjau langsung lokasi TPPAS Lulut-Nambo, Kabupaten Bogor, Rabu (4/2).

Bandung - Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat membidik dialokasikannya anggaran sebesar Rp20 miliar, untuk pengadaan mesin pengering sampah guna melipatgandakan kapasitas pengolahan di TPPAS Lulut-Nambo, Kabupaten Bogor, yang hingga kini dinilai belum beroperasi optimal.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Prasetyawati, dalam keterangan di Bandung, Kamis (5/2), menyebut langkah ini krusial untuk mengatasi kondisi darurat sampah di wilayah Bogor Raya dan sekitarnya, mengingat kapasitas pengolahan saat ini baru menyentuh angka 50 ton per hari, jauh dari target layanan regional yang direncanakan.

Dia menyatakan meski menunjukkan progres positif dibandingkan periode sebelumnya, TPPAS Lulut-Nambo masih terkendala pada proses produksi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif dari sampah padat.

"Sudah ada kemajuan dibandingkan sebelumnya, namun kapasitasnya masih belum maksimal. Saat ini baru sekitar 50 ton per hari dan masih perlu banyak penyempurnaan," ujar Prasetyawati.

Menurut Prasetyawati, hambatan utama terletak pada terbatasnya proses pengeringan sampah.

Hal ini berdampak langsung pada rendahnya volume produksi RDF yang dihasilkan. Padahal, fasilitas ini memegang peran vital dalam melayani limbah rumah tangga lintas daerah di Jawa Barat.

Ia memproyeksikan, dengan adanya dukungan teknologi mesin pengering yang memadai, efisiensi pengolahan sampah di lokasi tersebut dapat melonjak hingga empat kali lipat dari kondisi saat ini.

"Jika pengeringan sampah dapat ditunjang dengan mesin yang memadai, kapasitas pengolahan bisa meningkat signifikan, bahkan hingga 200 ton per hari," katanya.

Menyikapi urgensi tersebut, Komisi IV berkomitmen untuk mengawal usulan penambahan fasilitas dan peralatan pendukung pada tahun anggaran mendatang.

Suntikan dana sekitar Rp20 miliar tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan di Jawa Barat.

"Kami akan mendorong agar pada APBD berikutnya dapat dialokasikan anggaran untuk perbaikan fasilitas dan penambahan alat, sehingga TPPAS Lulut–Nambo dapat beroperasi lebih optimal," tutur Prasetyawati.

DPRD Provinsi Jawa Barat, berharap peningkatan kapasitas di TPPAS Lulut-Nambo dapat menjadi model penanganan sampah regional yang berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah penyangga ibu kota.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.