Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspada, Kekurangan Zat Besi dapat Ancam Kemampuan Belajar Anak

📅 Rabu, 23 Jul 2025, 19:45 WIB | Oleh:
Waspada, Kekurangan Zat Besi dapat Ancam Kemampuan Belajar Anak Doc: SGM
Ket. Ilustrasi anak dengan asupan zat besi yang cukup. Kekurangan zat besi sejak dini dapat berdampak pada gangguan perkembangan kognitif atau kecerdasan anak.

JAKARTA – Saat anak siap masuk sekolah, penting bagi orang tua untuk mendukung kesiapannya. Hal ini karena sekolah juga merupakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, termasuk kepintarannya.

Selain melengkapi peralatan sekolah dan mendukung semangat belajarnya, penting memastikan asupan nutrisi yang tepat untuk membantu mereka tetap fokus dan aktif belajar di sekolah. Hal ini perlu menjadi perhatian serius mengingat fakta penelitian yang menunjukkan bahwa 4 dari 10 anak yang sulit fokus sering mengalami kesulitan belajar, yang dapat menghambat kemajuan akademis mereka.

Bahkan, tidak jarang pendidik anak usia dini melaporkan bahwa anak-anak yang sulit berkonsentrasi cenderung kesulitan dalam tugas-tugas dasar seperti membaca, menulis, berhitung (Calistung), dan mengikuti instruksi secara konsisten.

Seorang Guru Taman Kanak-kanak (TK), Miftah Farid, S.Pd, berpendapat bahwa sebagai guru TK, ia merasa bingung mengapa masih ada siswa SMP yang belum hafal abjad, dimana sebuah survei menunjukkan bahwa lebih dari 40% anak SMP di Bali yang belum dapat menghafal abjad.

“Dari pengalaman menjadi guru TK selama lebih dari 5 tahun, saya menyadari bahwa terkadang salah satu tantangan anak di sekolah adalah susah fokus saat belajar. Padahal, fokus belajar sangat penting agar anak bisa menguasai kemampuan baca tulis. Dengan bisa fokus, anak akan dapat lebih mudah memahami dan mengingat materi pembelajaran, termasuk huruf, kata, dan konsep membaca serta menulis,” kata Miftah ujar dia melalui keterangan tertulis pada hari Rabu (23/7).

Perlu dipahami bahwa ternyata anak yang susah fokus dalam belajar belum tentu karena malas ataupun metode mengajar yang kurang menyenangkan, tetapi bisa jadi suatu tanda anak mengalami masalah kesehatan, salah satunya kekurangan zat besi. Sebab, kondisi kekurangan zat besi sejak dini dapat berdampak pada gangguan perkembangan kognitif atau kecerdasan anak, karena zat besi merupakan mikronutrien penting untuk mendukung kemampuan belajar, terutama saat mulai bersekolah.

Namun sayangnya, data menunjukkan hampir 30% anak Indonesia berisiko kekurangan zat besi 2 karena tidak mengkonsumsi makanan kaya zat besi. Hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi anak di masa prasekolah, karena kekurangan zat besi berdampak jangka pendek dan panjang seperti sulit konsentrasi, lambat belajar, hingga tertunda perkembangannya.

Dokumen WHO juga menyatakan, ada bukti kuat melalui penelitian bahwa kekurangan zat besi terlihat secara meyakinkan menunda perkembangan psikomotor dan mengganggu kinerja kognitif anak prasekolah dan anak usia sekolah. Terlebih ada juga fakta yang menunjukkan bahwa 80% anak yang kurang zat besi alami speech delay atau keterlambatan bicara.

Sebagian besar orang tua juga belum menyadari bahwa ada hubungan antara kecerdasan anak dengan zat besi. Faktanya, 50% Bunda tidak tahu bahwa kekurangan Zat Besi dapat berdampak pada kepintaran anak.

Oleh sebab itu, penting agar Orang tua memahami dan memenuhi kebutuhan anak usia prasekolah yang membutuhkan asupan gizi seimbang dan lingkungan yang mendukung sehingga deteksi serta intervensi dini dapat dilakukan, dan tidak berdampak pada kemampuan belajar dan perkembangan keterampilan anak, terutama pada akhir masa remaja dan awal masa dewasa.

Seorang Guru TK, Siti Alifah Faiz, S.Pd. juga melihat bahwa sebaiknya proses belajar mengajar di sekolah akan lebih berjalan optimal jika anak bisa fokus terhadap pembelajaran. Jadi, hendaknya anak tidak terganggu oleh berbagai masalah, termasuk kendala kesehatan anak seperti kekurangan zat besi.

“Kerjasama orang tua dan pendidik sangat penting mendukung dalam proses belajar anak, termasuk dalam pendidikan dasar seperti PAUD. Sebagai pendidik saya berharap agar orang tua lebih peka dan tidak abai dengan gejala-gejala anak kekurangan zat besi, seperti mudah lelah, kulit pucat dan kurang fokus. Orangtua harus lebih memahami bahwa stimulasi saja tidak cukup, namun perlu juga diimbangi dengan pemenuhan nutrisi yang tepat seperti makanan bergizi yang mengandung zat besi untuk mendukung kecerdasan anak,” ujar Alifa.

Untuk mempersiapkan anak agar bisa fokus belajar di sekolah, penting bagi orangtua untuk juga bisa memastikan asupan zat besi tercukupi secara rutin. Orang tua bisa memberikan zat besi yang berasal dari sumber makanan hewani, dimana umumnya lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan zat besi yang berasal dari sumber nabati, seperti daging sapi, ayam, hati, telur, ikan, dan susu. 

Untuk membantu penyerapan zat besi, konsumsi makanan yang mengandung vitamin C seperti buah jeruk dan tomat juga perlu diperhatikan. Atau, orang tua juga dapat memberikan anak makanan dan minuman yang telah difortifikasi dengan zat besi dan vitamin C, seperti susu pertumbuhan yang mengandung kombinasi unik zat besi dan vitamin C untuk mendukung peningkatan penyerapan zat besi hingga dua kali lipat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.