Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Proyek Global Berdatangan, Danantara Siap Jadi Bintang Ekonomi RI!

📅 Rabu, 23 Jul 2025, 22:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Proyek Global Berdatangan, Danantara Siap Jadi Bintang Ekonomi RI! Doc: Istimewa.
Ket. Wisma Danantara Indonesia.

JAKARTA – Danantara dibentuk untuk mengonsolidasikan dan mengoptimalkan aset negara melalui investasi strategis nasional yang terintegrasi.

Danantara akan mengelola aset dari berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk dividen dan keuntungan usaha.

Dengan pengelolaan aset yang lebih terarah, Danantara diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas peluang ekspor.

Salah satu tujuan utama Danantara adalah mengurangi ketergantungan Indonesia pada utang luar negeri.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menerima respons positif secara global, tercermin dari banyaknya proyek yang diterima.

“Kami melihat kepercayaan dari dunia luar, pasar keuangan, perbankan, dan investor luar sangat positif responsnya terhadap Danantara,” kata Rosan saat wawancara cegat usai Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (23/7).

Dia merinci pihaknya telah membuat joint fund dengan Qatar Investment Authority (QIA) senilai 4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) yang ditujukan untuk pembangunan di Indonesia.

Kemudian, Danantara juga telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan China Investment Corporation (CIC) untuk menjajaki peluang investasi bersama berbagai sektor di Indonesia, kawasan Asia Tenggara (ASEAN), dan Republik Rakyat China (RRC).

Juga ada kerja sama antara Danantara dengan Russian Direct Investment Fund (RDIF) akan meluncurkan Russia-Indonesia Investment Platform (RIDNIP) dengan modal hingga 2 miliar euro atau setara Rp37,64 triliun (kurs Rp18.822 per euro).

Berikutnya, penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan desalinasi air swasta terbesar di dunia dan pelopor hidrogen hijau dari Arab Saudi yaitu ACWA Power.

Total pendanaan proyek hingga 10 miliar dolar AS atau setara Rp162,36 triliun (kurs Jisdor: Rp16.236 per dolar AS), yang akan membantu Indonesia untuk mencapai target 34 persen campuran energi terbarukan pada 2034 dan 87 persen pada 2060.

Terbaru, Danantara menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) untuk membuka jalan bagi peluang pembiayaan untuk mempercepat transisi Indonesia menuju ekonomi hijau yang terkoneksi secara digital.

“Kami ingin menjaga terus agar Danantara bisa selalu menjalankan tata kelolanya berdasarkan world class operation and investment,” tutur dia.

Secara keseluruhan, Danantara memiliki potensi besar untuk menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada pengelolaan yang efektif, transparan, dan akuntabel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Peluang Melemah Terbuka, 1 Juli 2026

53 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Peluang Melemah Terbuka, 1 ...
Megapolitan
PLN UID Jakarta Raya Perkua...
Daerah
Kemenhub Percepat Persiapan...
Ekonomi
Mulai 1 Juli, PELNI Lakukan...
Nasional
Shell Indonesia Umumkan Har...
Presiden dan Wapres Tiba di Lokasi Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara

Presiden dan Wapres Tiba di Lokasi Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara

01 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.